Penutupan Pasar Keuangan - Jumat, 16 Oktober 2026
- IHSG: Ditutup melemah 11,57% di level 5.185,10.
- Rupiah: Ditutup melemah 0,45% di level 18.000/USD.
Pada perdagangan Jumat lalu, baik IHSG maupun nilai rupiah terhadap USD ditutup melemah. Pelemahan nilai rupiah didorong oleh edaran MSCI (Morgan Stanley Capital International) yang merekomendasikan pasar saham Indonesia masuk dalam kategori stand-alone. Hal ini menciptakan kekhawatiran di pasar sehingga aksi jual terjadi dan capital outflow, terutama di pasar saham Indonesia, meningkat.
Minggu ini pelaku pasar akan menantikan berita penting dari dalam negeri, yaitu kebijakan Bank Indonesia, terutama terkait kebijakan suku bunga dan kebijakan moneter lain yang mengikutinya. Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI dijadwalkan akan dilaksanakan pada tanggal 20-21 Oktober dan hasilnya akan diumumkan pada tanggal 21 Oktober 2026. Untuk sementara, terdapat potensi bahwa Bank Indonesia menaikkan suku bunga sebesar 25 bps pada RDG tersebut. Selain kebijakan Bank Indonesia, arah nilai rupiah juga berpotensi dipengaruhi oleh sentimen global, antara lain perkembangan ketegangan Timur Tengah, perkembangan harga minyak, hingga kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat.
Global
Dari Amerika Serikat, pasar saham pada Jumat lalu ditutup melemah. Indeks Dow Jones ditutup melemah 0,34%, Indeks S&P 500 ditutup melemah 1,09% dan Indeks Nasdaq Composite ditutup melemah 2,14%. Pelemahan pasar saham Amerika Serikat sepertinya didukung oleh aksi jual pada sektor teknologi yang didorong oleh kekhawatiran pasar atas persaingan chip dengan China ditambah dengan inflasi Amerika Serikat yang dianggap masih tinggi hingga berpotensi mendorong bank sentral Amerika Serikat tetap menjaga kebijakan suku bunga tinggi.
Harga minyak juga dilaporkan kembali melonjak, minyak WTI dilaporkan naik 3,43% ke USD 100,94/barel dan Brent juga menguat 2,91% ke USD 108,62/barel. Kenaikan harga minyak tersebut didorong oleh meningkatnya risiko gangguan pasokan akibat eskalasi konflik di Timur Tengah dan Eropa Timur.
Dari China, pagi ini akan dirilis data pertumbuhan GDP kuartal III/2026 (Q3-2026) dengan proyeksi pertumbuhan meningkat menjadi 4,4% dari 4,3% pada Q2-2026. PBoC (People's Bank of China) juga diperkirakan akan mempertahankan suku bunga LPR (Loan Prime Rate) pada hari Selasa, dengan tenor 1 tahun sebesar 3% dan 5 tahun sebesar 3,5%, di tengah pemulihan ekonomi China yang belum merata. Bila ekonomi China bergerak ke arah perbaikan yang didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang lebih baik serta tingkat suku bunga yang stabil, maka hal tersebut diharapkan menjadi gambaran ekonomi China yang baik yang dapat menjadi sentimen positif bagi Indonesia, mengingat China adalah mitra dagang besar bagi Indonesia.
Sources: CNBC Indonesia, Refinitiv, Trading Economics, Website Bank Indonesia
NDF pagi ini (09:01): 18.064 - 18.073
USD/IDR Perkiraan Hari Ini: 18.000 - 18.100
Indikator Moneter Bank Indonesia
| Indikator | Nilai | Tanggal |
| BI-Rate | 5,75% | 23/09/2026 |
| Inflasi IHK (YoY) | 3,19% | 31/08/2026 |
| Cadangan Devisa | USD 146,320 miliar | 30/09/2026 |
| Closed USD/IDR | 18.000 | 16/10/2026 |
| Closed JPY/IDR | 113,92 | 16/10/2026 |
| Closed SGD/IDR | 14.064 | 16/10/2026 |
CCY BN & TT JTrust Bank
Mata uang yang dapat dilayani:
| 1 | Dollar AS (USD) |
| 2 | Dollar Singapore (SGD) |
| 3 | Yen Jepang (JPY) |
| 4 | Euro (EUR) |
| 5 | Dollar Australia (AUD) |
| 6 | Pound Sterling Inggris (GBP) |
| 7 | China Yuan (CNY) |
| 8 | Dollar New Zealand (NZD) |
| 9 | Dollar Hongkong (HKD) |
| 10 | Won Korea (KRW) |
Ketentuan transaksi valuta asing terhadap rupiah:
- Transaksi valuta asing terhadap rupiah dengan nominal paling banyak sebesar (≤) threshold, cukup melampirkan Surat Pernyataan di bawah threshold dan copy identitas.
- Transaksi valuta asing terhadap rupiah dengan nominal di atas (>) threshold wajib melampirkan Surat Pernyataan di atas threshold dan copy dokumen underlying, NPWP serta identitas.
Hubungi Treasury Sales Bank JTrust Indonesia:
(021) 2926-1114 (hunting)
- Bintang: 0812 2650 949
- Hanif: 0811 8762 001
- Naomi: 0877 0633 1585
- Ade: 0821 6939 7410
Disclaimer:
Meskipun informasi ini disusun oleh PT Bank JTrust Indonesia Tbk (J Trust Bank) dari sumber yang dapat diandalkan, J Trust Bank tidak memberikan pernyataan atau jaminan mengenai keakuratan atau kelengkapannya dan tidak bertanggung jawab atas kesalahan atau kelalaian apa pun. Oleh karena itu, informasi yang terkandung bukanlah jaminan kinerja di masa mendatang dan tidak boleh diandalkan secara berlebihan. Semua informasi yang diungkapkan di sini mungkin dapat berubah tanpa pemberitahuan. Tidak ada bagian dari informasi ini yang boleh direproduksi dengan cara apa pun tanpa izin tertulis dari J Trust Bank.