JAKARTA, 30 September 2026 – PT Bank JTrust Indonesia Tbk (J Trust Bank/Perseroan) menyelenggarakan Paparan Publik (Public Expose) tahunan untuk memaparkan kinerja keuangan Tahun Buku 2025 dan Semester I-2026. Acara tersebut dihadiri oleh jajaran Direksi J Trust Bank, yaitu Helmi A. Hidayat, Widjaja Hendra, dan Felix I. Hartadi, didampingi oleh Rudyanto Gunawan selaku Planning & Performance Division Head.
Dalam pemaparannya, Direktur Keuangan dan Perencanaan J Trust Bank, Helmi A. Hidayat, menjelaskan dinamika profitabilitas Perseroan. "Laba bersih Semester I-2026 tercatat sebesar Rp80,23 miliar, bergerak dinamis dibandingkan capaian Rp112,86 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Penurunan sebesar 28,91% ini terutama dipengaruhi oleh tekanan pada pendapatan bunga bersih (net interest income) yang terkoreksi dari Rp390,29 miliar menjadi Rp360,97 miliar. Menyikapi tantangan tersebut, prioritas strategis kami ke depan adalah mengoptimalkan kontribusi pertumbuhan kredit terhadap pendapatan, menata ulang struktur pendanaan, serta mengakselerasi pendapatan berbasis komisi (fee-based income). Di sisi lain, keberhasilan kami menurunkan biaya dana (cost of fund) menjadi 4,69% merupakan capaian positif yang akan terus dipertahankan guna mendongkrak perbaikan profitabilitas," ujar Helmi.
Akselerasi kinerja Perseroan didorong oleh fungsi intermediasi yang solid. J Trust Bank berhasil membukukan penyaluran kredit sebesar Rp29,25 triliun per akhir Juni 2026, atau tumbuh sebesar 8,59% dibandingkan posisi Desember 2025 yang sebesar Rp26,94 triliun. Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh stabil sebesar 1,08% menjadi Rp33,92 triliun per Juni 2026. Pertumbuhan yang seimbang ini berhasil meningkatkan rasio likuiditas Perseroan, di mana Loan to Funding Ratio (LFR) secara konsisten merangkak naik dari 74,61% pada 2023, menjadi 78,25% pada 2024, dan mencapai 84,82% pada Semester I-2025.
Struktur permodalan Bank juga menunjukkan penguatan yang signifikan. Total modal Perseroan meningkat menjadi Rp3,71 triliun pada Juni 2026 dari posisi akhir tahun 2025 yang sebesar Rp3,15 triliun. Sejalan dengan peningkatan tersebut, Rasio Kecukupan Modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) melonjak ke level 14,53% dari posisi sebelumnya 12,53%.
Untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan, manajemen memaparkan sejumlah rencana strategis penguatan modal dan bisnis, antara lain:
- Optimalisasi Pendapatan: Memperkuat profitabilitas melalui peningkatan fee-based income, partisipasi dalam pinjaman sindikasi, serta perluasan digitalisasi dan jaringan.
- Efisiensi Biaya Dana: Meluncurkan produk berbasis giro dan tabungan (CASA) yang inovatif sebagai sumber dana murah untuk menekan cost of fund.
- Ekspansi Selektif: Mengakselerasi pertumbuhan pada segmen komersial, korporasi, dan ritel.
Hingga saat ini, J Trust Bank beroperasi melalui 48 jaringan kantor yang tersebar di berbagai wilayah strategis Indonesia, didukung oleh ekosistem produk simpanan, pinjaman, serta layanan perbankan digital yang komprehensif.