Market Update 14 Oct 2026

14 Oct 2026

Penutupan Selasa, 13 October 2026

Pasar saham Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Selasa. Indeks S&P 500 turun 0,02% ke level 7.805,45, Nasdaq melemah 0,15% ke level 27.204,38, dan Dow Jones turun 0,35% ke level 51.670,10. Sentimen pasar tertekan oleh laporan kinerja keuangan sektor perbankan yang bervariasi, kekhawatiran terhadap valuasi saham teknologi, serta meningkatnya persaingan dari China dalam industri semikonduktor.

Ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi meningkat setelah serangan terhadap kompleks perkantoran Saudi Aramco di Dhahran, yang memperbesar risiko gangguan pasokan energi di Timur Tengah. Harga minyak menguat, dengan West Texas Intermediate (WTI) naik 0,94% menjadi US$94,61 per barel dan minyak mentah Brent meningkat 0,12% menjadi US$106,20 per barel. Kenaikan harga energi berpotensi mendorong inflasi global dan meningkatkan biaya impor, sehingga dapat memberikan tekanan tambahan terhadap nilai tukar Rupiah.

Indeks Dolar AS (DXY) melemah 0,36% ke level 102,20 seiring penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury yield), sementara investor mencermati data inflasi AS untuk memperoleh petunjuk mengenai arah kebijakan Federal Reserve ke depan. Pasar telah mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga pada Oktober, meskipun peluang kenaikan pada Desember masih terbuka. Sementara itu, Yen Jepang menguat setelah inflasi harga grosir Jepang tercatat lebih rendah dari perkiraan, meskipun peluang kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan (BoJ) masih terbuka.

Amerika Serikat dijadwalkan merilis data inflasi September pada malam ini. Inflasi utama (headline inflation) diperkirakan meningkat menjadi 0,6% secara bulanan (MoM) dan 3,6% secara tahunan (YoY), dari sebelumnya masing-masing 0,4% dan 3,4%. Sementara itu, inflasi inti (core inflation) diperkirakan melambat menjadi 0,2% MoM, tetapi meningkat menjadi 2,5% YoY, dibandingkan angka sebelumnya masing-masing 0,3% dan 2,4%. Kenaikan inflasi utama dan inflasi inti secara tahunan berpotensi memperkuat Dolar AS dan menekan Rupiah karena dapat mendorong Federal Reserve mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama.

Data inflasi China periode September yang dijadwalkan dirilis hari ini juga akan menjadi perhatian pasar untuk menilai pemulihan permintaan domestik serta dampak kenaikan harga energi global terhadap tekanan biaya. Peningkatan inflasi China dapat menjadi indikasi membaiknya aktivitas ekonomi. Namun, kenaikan biaya produksi juga berpotensi memberikan tekanan terhadap margin keuntungan sektor industri.

Data perdagangan China periode September yang juga dijadwalkan dirilis hari ini akan menarik perhatian pasar mengingat China merupakan mitra dagang terbesar Indonesia. Pada Agustus, ekspor China tumbuh 25% secara tahunan, sementara impor meningkat 28,2%, mencerminkan aktivitas perdagangan yang kuat. Peningkatan impor China lebih lanjut berpotensi mendorong permintaan terhadap produk ekspor Indonesia sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi domestik.

Sources: CNBC Indonesia, Refinitiv, Trading Economics, dan situs web Bank Indonesia

Perkiraan USD/IDR Hari Ini: 17.850–17.950

Indikator Moneter Bank Indonesia

Indikator Data Terakhir Tanggal
BI Rate 5,75% 23 September 2026
Inflasi IHK (YoY) 3,19% 31 Agustus 2026
Cadangan Devisa US$146,320 miliar 30 September 2026

Kurs Penutupan Valuta Asing

Pasangan Mata Uang Kurs Penutupan Tanggal
USD/IDR 17.890 13 Oktober 2026
JPY/IDR 113,07 13 Oktober 2026
SGD/IDR 13.975,47 13 Oktober 2026

Layanan CCY BN & TT JTrust Bank

Mata Uang yang Dapat Dilayani

1 Dollar AS (USD)
2 Dollar Singapura (SGD)
3 Yen Jepang (JPY)
4 Euro (EUR)
5 Dollar Australia (AUD)
6 Pound Sterling Inggris (GBP)
7 Yuan China (CNY)
8 Dollar Selandia Baru (NZD)
9 Dollar Hong Kong (HKD)
10 Won Korea Selatan (KRW)

Ketentuan Dokumen Transaksi Valuta Asing terhadap Rupiah

  • Untuk transaksi valuta asing terhadap Rupiah dengan nominal paling banyak sebesar threshold (≤ threshold), nasabah wajib melampirkan Surat Pernyataan untuk transaksi di bawah threshold dan salinan identitas.
  • Untuk transaksi valuta asing terhadap Rupiah dengan nominal di atas threshold (> threshold), nasabah wajib melampirkan Surat Pernyataan untuk transaksi di atas threshold, salinan dokumen underlying, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), serta salinan identitas.

Hubungi Treasury Sales Bank JTrust Indonesia

Telepon: (021) 2926-1114 (hunting)

  • Bintang: 0812 2650 949
  • Hanif: 0811 8762 001
  • Naomi: 0877 0633 1585
  • Ade: 0821 6939 7410

Disclaimer:

Meskipun informasi ini disusun oleh PT Bank JTrust Indonesia Tbk (J Trust Bank) dari sumber yang dapat diandalkan, J Trust Bank tidak memberikan pernyataan atau jaminan mengenai keakuratan atau kelengkapannya dan tidak bertanggung jawab atas kesalahan atau kelalaian apa pun. Oleh karena itu, informasi yang terkandung bukanlah jaminan kinerja di masa mendatang dan tidak boleh diandalkan secara berlebihan. Semua informasi yang diungkapkan di sini mungkin dapat berubah tanpa pemberitahuan. Tidak ada bagian dari informasi ini yang boleh direproduksi dengan cara apa pun tanpa izin tertulis dari J Trust Bank.

By: aqi

News & Blogs Lainnya

Internet Banking dan Mobile Banking J Trust Bank hadir dalam tampilan baru dan layanan yang lebih lengkap. Silahkan akses menu E-Banking untuk mendapatkan mobile banking dan internet banking J Trust Bank terbaru Kepada Yth. Nasabah, Hati-hati penipuan melalui telepon/aplikasi Whatsapp/iklan di media sosial yang mengatasnamakan PT Bank JTrust Indonesia Tbk. atau J Trust Bank, serta menawarkan produk J Trust Bank yang selanjutnya dikenakan biaya berlangganan tiap bulan dan meminta kode one time password (OTP) atau personal identification number (PIN) nasabah. Awas, waspada link palsu! Jangan mengakses link/tautan dengan permintaan mengisi data-data pribadi nasabah, meminta kode OTP dan PIN.