Pada perdagangan sebelumnya (07 Oktober 2026):
- IHSG ditutup melemah -0,75% di level 6.146,72 dibandingkan penutupan tanggal 06 Oktober di level 6.192,93.
- Rupiah ditutup menguat +0,08% di level 17.880/USD dibandingkan penutupan tanggal 06 Oktober di level 17.895/USD.
Pasar keuangan Indonesia ditutup beragam pada perdagangan Rabu kemarin, dengan IHSG melemah, sementara rupiah menguat. Sentimen pasar masih dibayangi penguatan USD, kenaikan harga minyak, serta ketidakpastian arah kebijakan The Fed menjelang rilis risalah FOMC.
Cadangan devisa Indonesia turun menjadi US$146,3 miliar pada September 2026 dari US$146,5 miliar sebelumnya, akibat pembayaran utang luar negeri pemerintah dan stabilisasi rupiah oleh BI. Meski turun, level cadangan tetap kuat setara 5,3 bulan impor dan jauh di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan, sehingga ketahanan eksternal dan stabilitas rupiah tetap terjaga.
Global
Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Rabu kemarin, dengan Dow Jones turun 0,66% ke 51.179,87, S&P 500 turun 0,22% ke 7.801,77, dan Nasdaq turun 0,22% ke 27.538,69. Tekanan berasal dari kenaikan yield UST 10Y (US Treasury 10-Year Yield) ke 5,37%, tertinggi sejak 2002, serta risalah FOMC yang menunjukkan mayoritas pejabat masih memperkirakan satu kali kenaikan suku bunga sebelum akhir 2026.
Risalah FOMC menunjukkan peluang kenaikan suku bunga Oktober 2026 semakin kecil, dengan probabilitas sekitar 19,4%, sementara peluang kenaikan pada Desember 2026 mencapai 64,1%. Kombinasi ekspektasi suku bunga yang masih tinggi dan yield US Treasury 10 tahun yang meningkat berpotensi menjaga USD tetap kuat dan menekan emerging markets.
Konflik Yaman dan meningkatnya ketegangan AS–Iran kembali meningkatkan risiko gangguan jalur perdagangan dan pasokan energi, khususnya di sekitar Bab el-Mandeb dan Selat Hormuz. Harga minyak bergerak beragam, dengan WTI (West Texas Intermediate) turun -0,69% ke US$88,81/barel dan Brent naik 0,24% ke US$100,82/barel. Risiko gangguan pasokan tetap menjadi faktor yang dapat menjaga harga minyak dan volatilitas pasar global tetap tinggi.
Indeks Dolar AS (DXY) menguat 0,39% ke 102,22, level tertinggi sejak Maret 2025, didukung kekhawatiran inflasi akibat kenaikan harga minyak dan ekspektasi kebijakan The Fed yang masih ketat. Malam ini, AS akan merilis klaim pengangguran mingguan yang diproyeksikan naik menjadi 200K dari 197K sebelumnya. Kenaikan klaim dapat mengindikasikan pelemahan pasar tenaga kerja dan berpotensi membatasi penguatan USD.
Sources: CNBC Indonesia, Refinitiv, Trading Economics; Web Site Bank Indonesia.
USD/IDR perkiraan hari ini: 17.870–17.970
Indikator Moneter Bank Indonesia:
| Indicator | Level / Date |
| BI-Rate | 5.75% (23/09/2026) |
| Inflasi IHK (YoY) | 3.19% (31/08/2026) |
| Cadangan Devisa | USD 146.320 billion (30/09/2026) |
| Closed USD/IDR | 17,880 (07/10/2026) |
| Closed JPY/IDR | 113.09 (07/10/2026) |
| Closed SGD/IDR | 13,974.76 (07/10/2026) |
CCY BN & TT JTrust Bank:
Mata Uang yang Dapat Dilayani:
| 1 | Dollar AS (USD) |
| 2 | Dollar Singapore (SGD) |
| 3 | Yen Jepang (JPY) |
| 4 | Euro (EUR) |
| 5 | Dollar Australia (AUD) |
| 6 | Pound Sterling Inggris (GBP) |
| 7 | China Yuan (CNY) |
| 8 | Dollar New Zealand (NZD) |
| 9 | Dollar Hongkong (HKD) |
| 10 | Won Korea (KRW) |
Ketentuan Transaksi Valuta Asing terhadap Rupiah:
- Transaksi valuta asing terhadap rupiah dengan nominal paling banyak sebesar (≤) threshold, cukup melampirkan Surat Pernyataan di bawah threshold dan copy identitas.
- Transaksi valuta asing terhadap rupiah dengan nominal di atas (>) threshold wajib melampirkan Surat Pernyataan di atas threshold dan copy dokumen underlying, NPWP serta identitas.
Hubungi Treasury Sales Bank JTrust Indonesia:
(021) 2926-1114 (hunting)
- Bintang: 0812 2650 949
- Hanif: 0811 8762 001
- Naomi: 0877 0633 1585
- Ade: 0821 6939 7410
Disclaimer:
Meskipun informasi ini disusun oleh PT Bank JTrust Indonesia Tbk (JTrust Bank) dari sumber yang dapat diandalkan, JTrust Bank tidak memberikan pernyataan atau jaminan mengenai keakuratan atau kelengkapannya dan tidak bertanggung jawab atas kesalahan atau kelalaian apa pun. Oleh karena itu, informasi yang terkandung bukanlah jaminan kinerja di masa mendatang dan tidak boleh diandalkan secara berlebihan. Semua informasi yang diungkapkan di sini mungkin dapat berubah tanpa pemberitahuan. Tidak ada bagian dari informasi ini yang boleh direproduksi dengan cara apa pun tanpa izin tertulis dari JTrust Bank.