Pada perdagangan sebelumnya (2 Oktober 2026):
- IHSG ditutup menguat +0,46% di level 6.036,89.
- Rupiah ditutup menguat +0,40% di level 17.868/USD.
Pasar keuangan Indonesia, baik IHSG maupun nilai Rupiah terhadap USD, ditutup menguat pada perdagangan Jumat minggu lalu. Penguatan nilai Rupiah sepertinya didukung oleh indeks dolar yang melemah di tengah penantian data Non-Farm Payrolls (NFP) Amerika Serikat.
Berikutnya dari dalam negeri akan ada rilis data Cadangan Devisa periode September 2026 oleh Bank Indonesia yang akan diumumkan pada hari Rabu pukul 10:00 minggu ini. Sebagai informasi, Cadangan Devisa pada periode sebelumnya mengalami peningkatan menjadi USD 146,5 miliar dari USD 145,3 miliar. Cadangan Devisa yang kuat dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap ketahanan eksternal dan stabilitas nilai Rupiah.
Pada hari Kamis pukul 10:00, Bank Indonesia dijadwalkan akan merilis data Indikator Kinerja Kunci (IKK) periode September 2026. IKK September diperkirakan akan turun ke 118 dibandingkan 118,5 pada periode sebelumnya. Meskipun diperkirakan turun, bila nilai IKK masih di atas 100, hal ini menjadi indikasi bahwa masyarakat masih optimis terhadap ekonomi dalam negeri untuk 6 bulan ke depan.
Selain data ekonomi dari dalam negeri, nilai Rupiah juga akan sangat dipengaruhi oleh sentimen global, antara lain perkembangan ketegangan di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi aliran minyak dunia dan harga energi, juga pandangan pelaku pasar terkait arah kebijakan suku bunga The Fed.
Global
Pasar saham di Wall Street ditutup menguat pada perdagangan kemarin. Indeks S&P 500 ditutup menguat 0,70%, Dow Jones ditutup menguat 0,50%, dan Nasdaq berhasil menguat 1,20%. Penguatan pasar saham didukung oleh laporan data tenaga kerja yang melemah. Hal ini memperkuat ekspektasi The Fed untuk mempertahankan suku bunga pada Oktober 2026.
Konflik di Yaman telah meningkatkan risiko di sekitar Selat Bab el-Mandeb dan rute perdagangan Laut Merah, sementara OPEC+ mempertahankan kuota produksi di tengah konflik. West Texas Intermediate (WTI) turun tipis 0,04% ke US$91,07/barel, sementara Brent naik 0,41% menjadi US$102,66/barel, menjaga risiko pasokan energi dan volatilitas pasar meningkat.
Terkait data ekonomi, dilaporkan data Non-Farm Payrolls Amerika Serikat pada periode September turun tajam menjadi 29K dari 133K, sementara tingkat pengangguran naik menjadi 4,2% dari 4,1%, menandakan pasar tenaga kerja yang melambat dan berpotensi membebani USD.
Malam ini, akan rilis data Institute for Supply Management Purchasing Manager’s Index (ISM PMI) Jasa Amerika Serikat dengan proyeksi naik ke 55,7 dibandingkan 55,4 pada periode sebelumnya. Hal ini menunjukkan kekuatan berkelanjutan di sektor jasa dan berpotensi mendukung penguatan USD. Berikutnya, Neraca Perdagangan periode Agustus 2026 akan dirilis pada hari Selasa minggu ini dengan perkiraan akan melebar menjadi defisit US$89,8 miliar dari US$88,6 miliar.
Pasar juga akan memperhatikan Risalah FOMC yang rilis pada hari Kamis untuk melihat petunjuk tentang arah kebijakan suku bunga The Fed. Nada hawkish dapat mendukung USD dan yield UST (US Treasury), sementara perbedaan pandangan yang besar dapat mengurangi ekspektasi kenaikan berikutnya.
Sumber data: CNBC Indonesia, Refinitiv, Trading Economics, dan situs Bank Indonesia.
NDF pagi ini (08:55 WIB): 17.928–17.936
USD/IDR perkiraan hari ini: 17.870–17.970
Indikator Moneter Bank Indonesia:
| BI-Rate | 5,75% | 23/09/2026 |
| Inflasi IHK (YoY) | 3,19% | 31/08/2026 |
| Cadangan Devisa | USD 146,508 miliar | 31/08/2026 |
| Closed USD/IDR | 17.868 | 02/10/2026 |
| Closed JPY/IDR | 113,37 | 02/10/2026 |
| Closed SGD/IDR | 13.974 | 02/10/2026 |
CCY BN & TT JTrust Bank:
Mata Uang yang Dapat Dilayani:
| 1 | Dollar AS (USD) |
| 2 | Dollar Singapore (SGD) |
| 3 | Yen Jepang (JPY) |
| 4 | Euro (EUR) |
| 5 | Dollar Australia (AUD) |
| 6 | Pound Sterling Inggris (GBP) |
| 7 | China Yuan (CNY) |
| 8 | Dollar New Zealand (NZD) |
| 9 | Dollar Hongkong (HKD) |
| 10 | Won Korea (KRW) |
Ketentuan Transaksi Valuta Asing terhadap Rupiah:
- Transaksi valuta asing terhadap Rupiah dengan nominal paling banyak sebesar (≤) threshold, cukup melampirkan Surat Pernyataan di bawah threshold dan copy identitas.
- Transaksi valuta asing terhadap Rupiah dengan nominal di atas (>) threshold wajib melampirkan Surat Pernyataan di atas threshold dan copy dokumen underlying, NPWP serta identitas.
Hubungi Treasury Sales Bank JTrust Indonesia:
(021) 2926-1114 (hunting)
- Bintang: 0812 2650 949
- Hanif: 0811 8762 001
- Naomi: 0877 0633 1585
- Ade: 0821 6939 7410
Disclaimer:
Meskipun informasi ini disusun oleh PT Bank JTrust Indonesia Tbk (J Trust Bank) dari sumber yang dapat diandalkan, J Trust Bank tidak memberikan pernyataan atau jaminan mengenai keakuratan atau kelengkapannya dan tidak bertanggung jawab atas kesalahan atau kelalaian apa pun.
Oleh karena itu, informasi yang terkandung bukanlah jaminan kinerja di masa mendatang dan tidak boleh diandalkan secara berlebihan. Semua informasi yang diungkapkan di sini mungkin dapat berubah tanpa pemberitahuan.
Tidak ada bagian dari informasi ini yang boleh direproduksi dengan cara apa pun tanpa izin tertulis dari J Trust Bank.