Market Update 30 Sep 2026

30 Sep 2026

Pada perdagangan sebelumnya (29 September 2026):

  • IHSG ditutup melemah -0.43% di level 6.121,70 dibandingkan penutupan tanggal 28 September 2026 di level 6.147,86.
  • Rupiah ditutup menguat +0.03% di level 17.965/USD dibandingkan penutupan tanggal 28 September 2026 di level 17.970/USD.

Pasar keuangan Indonesia ditutup beragam pada perdagangan Selasa kemarin, dengan IHSG melemah, sementara rupiah menguat tipis. Tekanan eksternal masih tinggi akibat penguatan USD, kenaikan yield dan harga minyak, namun rupiah terbantu oleh intervensi BI.

Parlemen Indonesia mengesahkan APBN 2027 dengan belanja Rp4.106,3 triliun dan defisit fiskal 2.4% PDB, sementara pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 6%. Asumsi rupiah Rp17.500/USD dan inflasi 2.5% menunjukkan fokus pada pertumbuhan, namun disiplin fiskal dan independensi BI tetap menjadi perhatian pasar.

Global

Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Selasa kemarin, dengan Dow Jones turun 0.26% ke 51,349.92, S&P 500 turun 0.16% ke 7,670.84, dan Nasdaq turun 0.09% ke 26,797.54, tertekan oleh kenaikan yield US Treasury 10 tahun di atas 5.29% dan 30 tahun di atas 5.6%. Kenaikan yield dan harga minyak memperkuat kekhawatiran inflasi serta ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama.

Upaya mediasi Qatar antara AS dan Iran berlanjut tanpa terobosan pada program nuklir atau pembukaan kembali Selat Hormuz. Sementara itu, Brent turun 3.65% menjadi $89.23/barel dan West Texas Intermediate turun 2.2% menjadi $102.96/barel, didukung oleh pelepasan cadangan minyak AS dan pemulihan ekspor Saudi. Prospek pasokan yang ditingkatkan mengurangi tekanan pasar energi jangka pendek, meskipun risiko geopolitik tetap ada.

Indeks Dolar AS (DXY) naik 0.22% menjadi 101.42, mencapai level tertinggi tiga bulan, didukung oleh ekspektasi kebijakan The Fed yang lebih ketat dan aktivitas ekonomi AS yang tangguh. Namun, permintaan tenaga kerja AS yang lebih lemah dan kepercayaan konsumen dapat membatasi kenaikan USD lebih lanjut.

Presiden The Fed New York John Williams mengatakan The Fed memiliki waktu untuk menilai data ekonomi, namun kemungkinan satu kali kenaikan suku bunga tambahan pada akhir 2026 masih terbuka jika inflasi tetap meningkat. Sikap hati-hati berpotensi mendukung yield US Treasury dan USD dan menekan aset emerging markets.

Kalender Ekonomi

JOLTS Job Openings Agustus turun tajam menjadi 7.07 juta dari 7.33 juta, sementara CB Consumer Confidence turun menjadi 81.9 dari 88.6, menunjukkan pelemahan permintaan tenaga kerja serta kepercayaan konsumen. Sehingga berpotensi menekan USD.

Pasar akan fokus pada inflasi Agustus dan GDP Q2 2026 malam ini. Inflasi inti diperkirakan naik 0.3% dari 0.2% secara MoM dan tetap di 3.3% secara YoY, sementara inflasi umum diperkirakan naik 0.4% dari 0.2% secara MoM dan tetap di 3.7% secara YoY. Sementara itu, pertumbuhan GDP diproyeksikan sebesar 1.5%, turun dari 2.1%. Inflasi yang lebih tinggi dapat mendukung yield US Treasury dan USD, sementara GDP yang lebih lemah dapat membatasi kenaikan USD, sehingga dampaknya cenderung beragam.

Perkiraan pergerakan rupiah terhadap USD hari ini: 17.900–18.000

Indikator Ekonomi Indonesia:

Pertumbuhan GDP Q2 2026 5.29%
BI-Rate (Sep 26) 5.75%
Inflasi Aug 2026 (YoY) 3.19%
Cadangan Devisa (Aug 2026) $146.5 Miliar

Sources: CNBC Indonesia, Trading Economics, Bank Indonesia, Reuters

Closed USD/IDR 17.965 (29/09/2026)
Closed JPY/IDR 114.15 (29/09/2026)
Closed SGD/IDR 14.046 (29/09/2026)

CCY BN & TT JTrust Bank:

Mata uang yang dapat dilayani:

1 Dollar AS (USD)
2 Dollar Singapore (SGD)
3 Yen Jepang (JPY)
4 Euro (EUR)
5 Dollar Australia (AUD)
6 Pound Sterling Inggris (GBP)
7 China Yuan (CNY)
8 Dollar New Zealand (NZD)
9 Dollar Hongkong (HKD)
10 Won Korea (KRW)

Ketentuan transaksi valuta asing terhadap Rupiah:

  • Transaksi valuta asing terhadap Rupiah dengan nominal < threshold, cukup melampirkan Surat Pernyataan di bawah threshold dan copy identitas.
  • Transaksi valuta asing terhadap Rupiah dengan nominal > threshold wajib melampirkan Surat Pernyataan di atas threshold dan copy dokumen underlying, NPWP serta identitas.

Hubungi Treasury Sales Bank JTrust Indonesia:

(021) 2926-1114 (hunting)

  • Bintang   0812 2650 949
  • Hanif   0811 8762 001
  • Naomi   0877 0633 1585
  • Ade   0821 6939 7410

Disclaimer:

Meskipun informasi ini disusun oleh PT Bank JTrust Indonesia Tbk (J Trust Bank) dari sumber yang dapat diandalkan, J Trust Bank tidak memberikan pernyataan atau jaminan mengenai keakuratan atau kelengkapannya dan tidak bertanggung jawab atas kesalahan atau kelalaian apa pun. Oleh karena itu, informasi yang terkandung bukanlah jaminan kinerja di masa mendatang dan tidak boleh diandalkan secara berlebihan. Semua informasi yang diungkapkan di sini mungkin dapat berubah tanpa pemberitahuan. Tidak ada bagian dari informasi ini yang boleh direproduksi dengan cara apa pun tanpa izin tertulis dari J Trust Bank.

By: aqi

News & Blogs Lainnya

Internet Banking dan Mobile Banking J Trust Bank hadir dalam tampilan baru dan layanan yang lebih lengkap. Silahkan akses menu E-Banking untuk mendapatkan mobile banking dan internet banking J Trust Bank terbaru Kepada Yth. Nasabah, Hati-hati penipuan melalui telepon/aplikasi Whatsapp/iklan di media sosial yang mengatasnamakan PT Bank JTrust Indonesia Tbk. atau J Trust Bank, serta menawarkan produk J Trust Bank yang selanjutnya dikenakan biaya berlangganan tiap bulan dan meminta kode one time password (OTP) atau personal identification number (PIN) nasabah. Awas, waspada link palsu! Jangan mengakses link/tautan dengan permintaan mengisi data-data pribadi nasabah, meminta kode OTP dan PIN.