Market Update 2 Oct 2026

02 Oct 2026

Penutupan Kamis, 1 Oktober 2026

  • IHSG ditutup melemah pada level 6.009 dibandingkan penutupan pada hari sebelumnya pada level 6.071.
  • Rupiah ditutup melemah pada level 17.945/USD dibandingkan penutupan pada hari sebelumnya pada level 17.875/USD.

Domestik

  • IHSG dan Rupiah ditutup melemah akibat tekanan dari naiknya yield US Treasury (UST), penguatan dolar Amerika Serikat, ketidakpastian perang di Timur Tengah yang menyebabkan melonjaknya harga minyak mentah, dan kebijakan moneter Amerika Serikat dengan suku bunga The Fed yang tinggi atau ekspektasi kenaikan pada bulan Oktober membuat aset dolar lebih menarik. Yield US Treasury (UST) naik dan dana global kembali ke Amerika Serikat serta terjadi arus keluar dana asing dari Indonesia. Arus keluar asing sehari sebelum reshuffle kabinet Presiden Prabowo, investor asing telah mencatat net sell sekitar Rp677 miliar.
  • Presiden Prabowo melakukan reshuffle kabinet pada 1 Oktober 2026. Hal ini merupakan reshuffle kabinet ketujuh dalam kurang dari dua tahun masa kepemimpinan presiden. Pasar merespons dengan ketidakpastian arah kebijakan dan dapat menyebabkan sentimen risk-off domestik bagi para investor dan memilih aset safe haven.
  • Intervensi Bank Indonesia untuk Rupiah menjadi penahan pelemahan Rupiah terhadap US Dolar. Pada sisi lain, data inflasi ekonomi Indonesia untuk periode September 2026 naik ke 3,28% year on year dari 3,19% pada Agustus 2026 di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.

Global

  • Aksi jual di pasar obligasi AS semakin intensif setelah Presiden Donald Trump menolak usulan terbaru Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz. Penolakan tersebut meningkatkan kekhawatiran bahwa guncangan energi akibat perang akan berlangsung lebih lama. Tekanan jual mendorong kenaikan yield US Treasury (UST) di berbagai tenor. Imbal hasil US Treasury (UST) 10 tahun bahkan mencapai level tertinggi dalam 19 tahun, seiring dengan meningkatnya ekspektasi pelaku pasar bahwa Federal Reserve akan terus menaikkan suku bunga untuk meredam tekanan inflasi. Aksi jual tersebut semakin meningkat dalam sebulan terakhir dan memunculkan risiko baru bagi perekonomian. Kenaikan yield berpotensi mendorong biaya pinjaman menjadi lebih mahal bagi dunia usaha, konsumen, maupun pemerintah AS.
  • Bank Sentral Eropa (ECB) kembali mendapatkan tekanan untuk menaikkan suku bunga setelah inflasi Jerman mencapai level tertinggi dalam hampir tiga tahun. Inflasi Jerman meningkat sebesar 3,3% secara tahunan pada September, melampaui survei pasar sebesar 3,1%. Kenaikan harga energi menjadi faktor utama yang mendorong percepatan inflasi tersebut. Data tersebut menyusul inflasi yang juga lebih tinggi dari perkiraan di Prancis, Italia, dan Spanyol.

Berdasarkan informasi tersebut di atas, hari ini nilai Rupiah diperkirakan bergerak pada level 17.880–17.980 seiring dengan perkembangan geopolitik global.

Kurs NDF pukul 08:30 WIB: 17.950–17.960

Indikator Ekonomi Indonesia:

Pertumbuhan GDP 5,29% Q2 2026
BI-Rate 5,75% September 2026
Inflasi (YoY) 3,19% Agustus 2026
Cadangan Devisa US$146,5 miliar Agustus 2026
Closed USD/IDR 17.945 01/10/2026
Closed JPY/IDR 113,63 01/10/2026
Closed SGD/IDR 14.043 01/10/2026

Sumber data: CNBC Indonesia, Trading Economics, Bank Indonesia, dan Reuters.

CCY BN & TT JTrust Bank:

Mata Uang yang Dapat Dilayani:

1 Dollar AS (USD)
2 Dollar Singapore (SGD)
3 Yen Jepang (JPY)
4 Euro (EUR)
5 Dollar Australia (AUD)
6 Pound Sterling Inggris (GBP)
7 China Yuan (CNY)
8 Dollar New Zealand (NZD)
9 Dollar Hongkong (HKD)
10 Won Korea (KRW)

Ketentuan Transaksi Valuta Asing terhadap Rupiah:

  • Transaksi valuta asing terhadap Rupiah dengan nominal paling banyak sebesar threshold, cukup melampirkan Surat Pernyataan untuk transaksi dengan nominal paling banyak sebesar threshold dan copy identitas.
  • Transaksi valuta asing terhadap Rupiah dengan nominal di atas threshold wajib melampirkan Surat Pernyataan untuk transaksi dengan nominal di atas threshold dan copy dokumen underlying, NPWP serta identitas.

Hubungi Treasury Sales Bank JTrust Indonesia:

(021) 2926-1114 (hunting)

  • Bintang: 0812 2650 949
  • Hanif: 0811 8762 001
  • Naomi: 0877 0633 1585
  • Ade: 0821 6939 7410

Disclaimer:

Meskipun informasi ini disusun oleh PT Bank JTrust Indonesia Tbk (J Trust Bank) dari sumber yang dapat diandalkan, J Trust Bank tidak memberikan pernyataan atau jaminan mengenai keakuratan atau kelengkapannya dan tidak bertanggung jawab atas kesalahan atau kelalaian apa pun.

Oleh karena itu, informasi yang terkandung bukanlah jaminan kinerja di masa mendatang dan tidak boleh diandalkan secara berlebihan. Semua informasi yang diungkapkan di sini mungkin dapat berubah tanpa pemberitahuan.

Tidak ada bagian dari informasi ini yang boleh direproduksi dengan cara apa pun tanpa izin tertulis dari J Trust Bank.

By: aqi

News & Blogs Lainnya

Internet Banking dan Mobile Banking J Trust Bank hadir dalam tampilan baru dan layanan yang lebih lengkap. Silahkan akses menu E-Banking untuk mendapatkan mobile banking dan internet banking J Trust Bank terbaru Kepada Yth. Nasabah, Hati-hati penipuan melalui telepon/aplikasi Whatsapp/iklan di media sosial yang mengatasnamakan PT Bank JTrust Indonesia Tbk. atau J Trust Bank, serta menawarkan produk J Trust Bank yang selanjutnya dikenakan biaya berlangganan tiap bulan dan meminta kode one time password (OTP) atau personal identification number (PIN) nasabah. Awas, waspada link palsu! Jangan mengakses link/tautan dengan permintaan mengisi data-data pribadi nasabah, meminta kode OTP dan PIN.