Market Update 1 Oct 2026

01 Oct 2026

Pada perdagangan sebelumnya (30 September 2026):

  • IHSG ditutup melemah -0,83% di level 6.071,14.
  • Rupiah ditutup menguat +0,50% di level 17.870/USD.

Pasar keuangan Indonesia ditutup beragam pada perdagangan Rabu kemarin, dengan IHSG ditutup melemah sementara nilai Rupiah terhadap USD berhasil menguat. Penguatan nilai Rupiah didorong oleh sentimen global antara lain harapan kesepakatan damai meningkat antara Iran dan Amerika Serikat, harga minyak yang melandai hingga indeks dolar yang mengalami penurunan.

Dari dalam negeri, dilaporkan aktivitas manufaktur Indonesia yaitu S&P PMI Manufaktur mendapatkan skor 52,4 yang berarti aktivitas manufaktur Indonesia berada di zona ekspansi. Angka ini bahkan lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya yang mendapatkan skor 49,8 dan hal ini dapat menjadi sentimen positif bagi nilai Rupiah.

Pada hari ini masih akan ada rilis data ekonomi dalam negeri yang menjadi perhatian pasar, antara lain data Neraca Dagang periode Agustus dan data Inflasi periode September. Sebagai informasi, Neraca Dagang periode Juli adalah surplus namun lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya. Untuk Inflasi, diproyeksikan akan mengalami kenaikan menjadi 3,3% YoY dari sebelumnya 3,19%. Sedangkan Inflasi inti, diproyeksikan juga akan naik menjadi 3% dibandingkan periode sebelumnya 2,92%. Inflasi yang terkendali akan membantu Bank Indonesia untuk melonggarkan kebijakan moneter, begitu juga sebaliknya.

Global

Pasar saham di Wall Street ditutup beragam pada perdagangan kemarin. Indeks S&P 500 ditutup melemah 0,25%, Dow Jones ditutup melemah 0,86%, sedangkan Nasdaq berhasil menguat 0,24%. Imbal hasil UST (US Treasury) 10 tahun yang lebih tinggi di atas 5,3% membebani sentimen meskipun inflasi PCE lebih lemah, dengan pasar menunggu data tenaga kerja untuk petunjuk lebih lanjut tentang kebijakan The Fed.

Diplomasi AS-Iran kembali berlanjut setelah Iran menerima tanggapan Washington tentang pembukaan kembali Selat Hormuz. Minyak WTI (West Texas Intermediate) dilaporkan kembali naik 0,81% menjadi US$90,10/barel, sementara Brent turun 5,15% menjadi US$97,66/barel, didukung oleh aliran minyak Timur Tengah dan lalu lintas Hormuz yang kembali berjalan. Namun demikian, negosiasi yang belum terselesaikan terus menimbulkan risiko pasokan, sementara pasar menunggu keputusan OPEC+ tentang kuota produksi November.

DXY (US Dollar Index) naik tipis 0,08% menjadi 101,45 meskipun inflasi PCE lebih rendah, hal ini memperkuat ekspektasi The Fed untuk menahan suku bunga pada bulan Oktober. Pertumbuhan AS yang tangguh, konsumsi dan kondisi pasar tenaga kerja terus mendukung penguatan USD, namun demikian inflasi yang lebih rendah membatasi penguatan USD.

Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari mengatakan bahwa inflasi AS tetap terlalu tinggi meskipun PCE Agustus melandai dari perkiraan, hal ini menjadi petunjuk bahwa The Fed berpotensi mempertahankan sikap hati-hati terhadap pelonggaran moneter. Kondisi ekonomi dan pasar tenaga kerja yang tangguh berpotensi membuat kenaikan suku bunga lebih lanjut tetap terbuka.

Berikutnya pelaku pasar juga akan memperhatikan beberapa data ekonomi yang akan dirilis, antara lain ADP Employment Change periode September dilaporkan meningkat menjadi 90K dari 36K yang direvisi, di atas perkiraan 70K. Inflasi inti Agustus yang dirilis lebih rendah dari ekspektasi 0,2% secara MoM dan 3% secara YoY, dan inflasi umum 0,3% secara MoM dan 3,4% secara YoY. Sementara itu, pertumbuhan GDP Q2 2026 meningkat menjadi 2,2% dari 2,1%, di atas ekspektasi 1,5%. Data pekerjaan dan pertumbuhan GDP yang kuat berpotensi mendukung penguatan USD, sementara inflasi yang lebih lambat berpotensi membatasi penguatan USD tersebut.

Malam ini, akan dirilis data klaim pengangguran mingguan AS dengan perkiraan meningkat menjadi 200K dari 197K, sementara ISM PMI Manufaktur diperkirakan akan meningkat menjadi 55 dari 54,6. Klaim yang lebih tinggi dapat menandakan perlambatan dalam permintaan tenaga kerja, sementara aktivitas manufaktur yang lebih kuat akan menunjukkan momentum ekonomi yang tangguh.

Sumber data: CNBC Indonesia, Refinitiv, Trading Economics, dan situs Bank Indonesia.

NDF pagi ini (08:45 WIB): 17.927–17.935

USD/IDR perkiraan hari ini: 17.870–17.970

Indikator Moneter Bank Indonesia:

BI-Rate 5,75% 23/09/2026
Inflasi IHK (YoY) 3,19% 31/08/2026
Cadangan Devisa USD 146,508 miliar 31/08/2026
Closed USD/IDR 17.870 30/09/2026
Closed JPY/IDR 113,89 30/09/2026
Closed SGD/IDR 13.996 30/09/2026

CCY BN & TT JTrust Bank:

Mata Uang yang Dapat Dilayani:

1 Dollar AS (USD)
2 Dollar Singapore (SGD)
3 Yen Jepang (JPY)
4 Euro (EUR)
5 Dollar Australia (AUD)
6 Pound Sterling Inggris (GBP)
7 China Yuan (CNY)
8 Dollar New Zealand (NZD)
9 Dollar Hongkong (HKD)
10 Won Korea (KRW)

Ketentuan Transaksi Valuta Asing terhadap Rupiah:

  • Transaksi valuta asing terhadap rupiah dengan nominal paling banyak sebesar (≤) threshold, cukup melampirkan Surat Pernyataan di bawah threshold dan copy identitas.
  • Transaksi valuta asing terhadap rupiah dengan nominal di atas (>) threshold wajib melampirkan Surat Pernyataan di atas threshold dan copy dokumen underlying, NPWP serta identitas.

Hubungi Treasury Sales Bank JTrust Indonesia:

(021) 2926-1114 (hunting)

  • Bintang: 0812 2650 949
  • Hanif: 0811 8762 001
  • Naomi: 0877 0633 1585
  • Ade: 0821 6939 7410

Disclaimer:

Meskipun informasi ini disusun oleh PT Bank JTrust Indonesia Tbk (J Trust Bank) dari sumber yang dapat diandalkan, J Trust Bank tidak memberikan pernyataan atau jaminan mengenai keakuratan atau kelengkapannya dan tidak bertanggung jawab atas kesalahan atau kelalaian apa pun.

Oleh karena itu, informasi yang terkandung bukanlah jaminan kinerja di masa mendatang dan tidak boleh diandalkan secara berlebihan. Semua informasi yang diungkapkan di sini mungkin dapat berubah tanpa pemberitahuan.

Tidak ada bagian dari informasi ini yang boleh direproduksi dengan cara apa pun tanpa izin tertulis dari J Trust Bank.

By: aqi

News & Blogs Lainnya

Internet Banking dan Mobile Banking J Trust Bank hadir dalam tampilan baru dan layanan yang lebih lengkap. Silahkan akses menu E-Banking untuk mendapatkan mobile banking dan internet banking J Trust Bank terbaru Kepada Yth. Nasabah, Hati-hati penipuan melalui telepon/aplikasi Whatsapp/iklan di media sosial yang mengatasnamakan PT Bank JTrust Indonesia Tbk. atau J Trust Bank, serta menawarkan produk J Trust Bank yang selanjutnya dikenakan biaya berlangganan tiap bulan dan meminta kode one time password (OTP) atau personal identification number (PIN) nasabah. Awas, waspada link palsu! Jangan mengakses link/tautan dengan permintaan mengisi data-data pribadi nasabah, meminta kode OTP dan PIN.