Pada perdagangan sebelumnya (05 Oktober 2026):
- IHSG ditutup menguat +1,36% di level 6.118,86 dibandingkan penutupan tanggal 02 Oktober 2026 di level 6.036,89.
- Rupiah ditutup melemah -0,15% di level 17.900/USD dibandingkan penutupan tanggal 02 Oktober 2026 di level 17.873/USD.
Pasar keuangan Indonesia ditutup beragam pada perdagangan Senin kemarin, dengan IHSG menguat, sementara Rupiah melemah. Penguatan IHSG didukung oleh sektor infrastruktur, properti, energi, dan perbankan. Namun, Rupiah masih tertekan oleh penguatan USD dan tingginya yield US Treasury (UST).
Global
Wall Street ditutup menguat dengan Nasdaq naik 1,05% ke 27.477,31, S&P 500 naik 0,66% ke 7.773,95, dan Dow Jones naik 0,18% ke 51.267,90. Penguatan terutama didukung oleh saham teknologi dan AI, sementara penurunan harga minyak serta meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed membantu menjaga sentimen pasar.
Harga minyak melemah, dengan West Texas Intermediate (WTI) turun 2,11% ke US$89,19/barel dan Brent turun 1,99% ke US$100,22/barel, seiring pemulihan ekspor minyak Timur Tengah dan meningkatnya arus melalui Selat Hormuz. Namun, eskalasi konflik di Yaman dan risiko gangguan di jalur perdagangan Bab el-Mandeb tetap menjadi faktor yang dapat menjaga volatilitas harga energi.
Indeks Dolar (DXY) menguat 0,19% ke 102,12, mencapai level tertinggi sejak April 2025, didukung oleh pelemahan euro akibat meningkatnya ketidakpastian politik dan fiskal Eropa. Di sisi lain, yield UST 10Y dan 30Y naik masing-masing ke 5,31% dan 5,66%, meningkatkan tekanan terhadap emerging markets. Pasar kini memperkirakan peluang sekitar 77% bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan berikutnya.
AS telah merilis ISM PMI Jasa September yang turun menjadi 54,9 dari 55,4 dan di bawah ekspektasi 55, menunjukkan perlambatan aktivitas sektor jasa dan berpotensi membatasi penguatan USD. Malam ini, AS akan merilis Neraca Dagang Agustus yang diproyeksikan mencatat defisit US$102 miliar, melebar dari US$88,6 miliar sebelumnya.
Perkiraan Pergerakan Rupiah terhadap USD Hari Ini:
17.870–17.970
Indikator Ekonomi Indonesia:
| Pertumbuhan GDP | 5,29% | Q2 2026 |
| BI-Rate | 5,75% | September 2026 |
| Inflasi (YoY) | 3,28% | September 2026 |
| Cadangan Devisa | USD 146,5 miliar | Agustus 2026 |
| Closed USD/IDR | 17.900 | 05/10/2026 |
| Closed JPY/IDR | 113,54 | 05/10/2026 |
| Closed SGD/IDR | 13.980 | 05/10/2026 |
Sumber data: CNBC Indonesia, Trading Economics, Bank Indonesia, dan Reuters.
CCY BN & TT JTrust Bank:
Mata Uang yang Dapat Dilayani:
| 1 | Dollar AS (USD) |
| 2 | Dollar Singapore (SGD) |
| 3 | Yen Jepang (JPY) |
| 4 | Euro (EUR) |
| 5 | Dollar Australia (AUD) |
| 6 | Pound Sterling Inggris (GBP) |
| 7 | China Yuan (CNY) |
| 8 | Dollar New Zealand (NZD) |
| 9 | Dollar Hongkong (HKD) |
| 10 | Won Korea (KRW) |
Ketentuan Transaksi Valuta Asing terhadap Rupiah:
- Transaksi valuta asing terhadap Rupiah dengan nominal < threshold, cukup melampirkan Surat Pernyataan di bawah threshold dan copy identitas.
- Transaksi valuta asing terhadap Rupiah dengan nominal > threshold wajib melampirkan Surat Pernyataan di atas threshold dan copy dokumen underlying, NPWP serta identitas.
Hubungi Treasury Sales PT JTrust Bank Indonesia:
(021) 2926-1114 (hunting)
- Bintang: 0812 2650 949
- Hanif: 0811 8762 001
- Naomi: 0877 0633 1585
- Ade: 0821 6939 7410
Disclaimer:
Meskipun informasi ini disusun oleh PT Bank JTrust Indonesia Tbk (J Trust Bank) dari sumber yang dapat diandalkan, J Trust Bank tidak memberikan pernyataan atau jaminan mengenai keakuratan atau kelengkapannya dan tidak bertanggung jawab atas kesalahan atau kelalaian apa pun. Oleh karena itu, informasi yang terkandung bukanlah jaminan kinerja di masa mendatang dan tidak boleh diandalkan secara berlebihan.