Penutupan Pasar Keuangan - Senin, 19 Oktober 2026
- IHSG ditutup melemah 3,64% di level 4.996,61 dibandingkan penutupan tanggal 16 Oktober 2026 di level 5.185,10.
- Rupiah ditutup melemah 0,17% di level 18.035/USD dibandingkan penutupan tanggal 16 Oktober 2026 di level 18.005/USD.
Pasar keuangan Indonesia kembali tertekan pada perdagangan Senin kemarin, dengan IHSG dan rupiah sama-sama melemah. Tekanan dipicu oleh kekhawatiran atas rencana MSCI (Morgan Stanley Capital International) mengubah klasifikasi pasar saham Indonesia menjadi Standalone Market, yang berpotensi mendorong arus keluar dana asing, sementara investor mencermati keputusan suku bunga BI pada 21 Oktober 2026.
Investor menantikan keputusan BI-Rate pada 21 Oktober 2026, dengan ekspektasi suku bunga tetap di 5,75% di tengah pelemahan rupiah, kenaikan yield SBN (Surat Berharga Negara), dan inflasi September sebesar 3,28%. BI diperkirakan mengandalkan intervensi valas dan insentif hedging untuk menjaga stabilitas rupiah.
BEI (Bursa Efek Indonesia) mempercepat reformasi pasar modal melalui peningkatan transparansi kepemilikan saham dan rencana mengecualikan saham berkonsentrasi kepemilikan tinggi (High Shareholding Concentration/HSC) dari perhitungan IHSG. Meski bertujuan untuk menjawab kekhawatiran MSCI (Morgan Stanley Capital International), sentimen pasar masih rentan hingga terdapat kepastian implementasi dan respons MSCI (Morgan Stanley Capital International) terhadap reformasi tersebut.
Global
Wall Street ditutup beragam pada perdagangan Senin kemarin. Nasdaq naik 1,11% ke 26.430,89 dan S&P 500 menguat 0,41% ke 7.690,73, didukung oleh pembelian kembali saham teknologi. Sebaliknya, Dow Jones turun 0,07% ke 51.966,03. Kekhawatiran atas tingginya utang perusahaan AI dan prospek keuntungan investasi AI masih membayangi pasar.
Harga minyak menguat, dengan WTI (West Texas Intermediate) naik 2,91% ke USD 103,36/barel dan Brent naik 0,61% ke USD 109,28/barel. Eskalasi konflik di Timur Tengah dan Eropa Timur, termasuk serangan terhadap kapal komersial di Selat Hormuz serta infrastruktur energi Rusia-Ukraina, menjaga risiko gangguan pasokan tetap tinggi, meski pengiriman minyak dari Teluk Persia mulai pulih.
DXY menguat 0,13% ke level 101,98, didukung oleh pelemahan euro akibat gejolak politik di Prancis serta meningkatnya konflik Rusia-Ukraina dan ketegangan di Timur Tengah. Meski demikian, arah USD masih dipengaruhi oleh ekspektasi kebijakan The Fed, dengan pasar memperkirakan peluang 82,8% suku bunga tetap tidak berubah pada pertemuan 27-28 Oktober 2026.
Ekonomi China tumbuh 4,5% YoY (year-on-year) pada kuartal III/2026 (Q3-2026), meningkat dari 4,3% pada kuartal II/2026 (Q2-2026). Produksi industri September naik 5,5% YoY (year-on-year) dari 5,2% pada Agustus, melampaui ekspektasi 5,4% dan menjadi pertumbuhan terkuat sejak Maret. Sementara itu, penjualan ritel meningkat 1,1% YoY (year-on-year) dari 0,4%, didukung oleh penjualan peralatan komunikasi. Meski aktivitas industri dan konsumsi membaik, lemahnya permintaan domestik masih menjadi tantangan bagi pemulihan ekonomi.
PBoC (People's Bank of China) dijadwalkan mengumumkan suku bunga acuan hari ini, dengan ekspektasi tetap di 3% untuk tenor satu tahun dan 3,5% untuk tenor lima tahun. Keputusan tersebut akan mempertahankan suku bunga tidak berubah selama 17 bulan berturut-turut, sejalan dengan pendekatan hati-hati dalam mendukung pertumbuhan ekonomi China.
Sources: CNBC Indonesia, Refinitiv, Trading Economics; Website Bank Indonesia.
USD/IDR Perkiraan Hari Ini: 18.025 - 18.125
Indikator Moneter Bank Indonesia
| Indikator | Data Terakhir | Tanggal |
| BI-Rate | 5,75% | 23/09/2026 |
| Inflasi IHK (YoY) | 3,19% | 31/08/2026 |
| Cadangan Devisa | USD 146,320 Miliar | 30/09/2026 |
Kurs Penutupan Valuta Asing
| Mata Uang | Kurs Penutupan | Tanggal |
| USD/IDR | 18.035 | 19/10/2026 |
| JPY/IDR | 114,03 | 19/10/2026 |
| SGD/IDR | 14.090,40 | 19/10/2026 |
CCY BN & TT JTrust Bank
Mata Uang yang Dapat Dilayani
- Dollar AS (USD)
- Dollar Singapore (SGD)
- Yen Jepang (JPY)
- Euro (EUR)
- Dollar Australia (AUD)
- Pound Sterling Inggris (GBP)
- China Yuan (CNY)
- Dollar New Zealand (NZD)
- Dollar Hongkong (HKD)
- Won Korea (KRW)
Ketentuan Transaksi Valuta Asing terhadap Rupiah
- Transaksi valuta asing terhadap rupiah dengan nominal paling banyak sebesar (≤) threshold, cukup melampirkan Surat Pernyataan di bawah threshold dan copy identitas.
- Transaksi valuta asing terhadap rupiah dengan nominal di atas (>) threshold wajib melampirkan Surat Pernyataan di atas threshold dan copy dokumen underlying, NPWP serta identitas.
Hubungi Treasury Sales Bank JTrust Indonesia
Telepon: (021) 2926-1114 (hunting)
- Bintang: 0812 2650 949
- Hanif: 0811 8762 001
- Naomi: 0877 0633 1585
- Ade: 0821 6939 7410
Disclaimer
Meskipun informasi ini disusun oleh PT Bank JTrust Indonesia Tbk (J Trust Bank) dari sumber yang dapat diandalkan, J Trust Bank tidak memberikan pernyataan atau jaminan mengenai keakuratan atau kelengkapannya dan tidak bertanggung jawab atas kesalahan atau kelalaian apa pun. Oleh karena itu, informasi yang terkandung bukanlah jaminan kinerja di masa mendatang dan tidak boleh diandalkan secara berlebihan. Semua informasi yang diungkapkan di sini mungkin dapat berubah tanpa pemberitahuan. Tidak ada bagian dari informasi ini yang boleh direproduksi dengan cara apa pun tanpa izin tertulis dari J Trust Bank.