Penutupan Pasar Keuangan - Rabu, 4 November 2026
- IHSG ditutup menguat tipis pada level 4.919, dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya di level 4.904.
- Rupiah ditutup melemah pada level 18.160/USD, dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya di level 18.140/USD.
Domestik
- Rupiah melemah terhadap USD dengan beberapa penyebab, di antaranya rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih baik dari perkiraan pelaku pasar sehingga berkontribusi menopang penguatan USD. Penyebab lainnya dipengaruhi oleh tekanan domestik. Dinamika politik domestik yang kurang stabil memberikan tekanan terhadap Rupiah dan IHSG, serta isu MSCI membuat kondisi ekonomi rentan terhadap keluarnya arus modal asing dan aksi jual investor asing. Beberapa saham nikel dan tambang juga ikut tertekan oleh sentimen kebijakan pemangkasan produksi RKAB 2027.
- Inflasi global juga memengaruhi pelemahan Rupiah dan IHSG. Faktor geopolitik dan harga minyak yang tinggi, mencapai USD 107 per barel setelah muncul kabar serangan Amerika Serikat ke Pulau Qeshm di Iran, menambah kekhawatiran inflasi global. Kenaikan harga minyak, inflasi global, isu MSCI, potensi arus keluar modal asing, dan isu politik domestik masih menjadi kontributor bagi pelemahan Rupiah terhadap USD.
Global
- Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa ia tidak memiliki rencana dalam waktu dekat untuk melancarkan serangan terhadap Iran, menyusul pemilihan paruh waktu (midterm elections) di mana Partai Demokrat berhasil menguasai Kongres. Trump mengatakan bahwa AS tetap bersiap menghadapi eskalasi dengan Iran jika diperlukan, seraya menambahkan, "kami sudah siap sepenuhnya jika harus bertindak, namun mungkin tidak ada alasan untuk melakukan hal tersebut."
- Bank Sentral Eropa (ECB) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 2,5%, sesuai dengan ekspektasi pasar. Namun, Christine Lagarde mengungkapkan bahwa para pengambil kebijakan sempat membahas kemungkinan kenaikan suku bunga. ECB menilai bahwa peningkatan guncangan energi, baik dari segi besaran maupun durasinya, berpotensi mendorong inflasi lebih tinggi sekaligus memperlambat pertumbuhan ekonomi. Kondisi tersebut menimbulkan tantangan bagi ECB dalam menjaga stabilitas harga tanpa menghambat aktivitas ekonomi di kawasan Eropa.
- Dominasi Partai Demokrat di Senat menghalangi Gedung Putih untuk mengonfirmasi kandidat-kandidat yang loyal kepada pemerintah untuk duduk di Dewan Gubernur Federal Reserve (The Fed). Langkah ini melucuti instrumen langsung yang dimiliki pemerintah untuk memberikan kendali lebih besar atas bank sentral AS tersebut. Di bawah kendali Partai Demokrat, Senator Massachusetts Elizabeth Warren kemungkinan besar akan menjabat sebagai ketua Komite Perbankan Senat. Situasi ini dapat memberikan keleluasaan lebih besar bagi The Fed untuk memerangi inflasi melalui suku bunga yang lebih tinggi, mengingat presiden kini memiliki daya tawar yang lebih lemah terhadap Kongres, negara, maupun The Fed.
Perkiraan Pergerakan Rupiah terhadap USD Hari Ini
Berdasarkan informasi tersebut di atas, hari ini nilai Rupiah diperkirakan bergerak pada level 18.120 - 18.220 per USD, seiring dengan perkembangan geopolitik global.
Kurs NDF pukul 08.30 WIB: 18.125 - 18.135
Indikator Ekonomi Indonesia
| Indikator | Data Terakhir | Periode |
| Pertumbuhan GDP | 5,29% | Q2 2026 |
| BI-Rate | 5,75% | 21 Oktober 2026 |
| Inflasi (YoY) | 3,28% | September 2026 |
| Cadangan Devisa | USD 146,3 miliar | September 2026 |
Sources: CNBC Indonesia, Trading Economics, Bank Indonesia, Reuters.
Kurs Penutupan Valuta Asing - 4 November 2026
| Mata Uang | Kurs Penutupan | Tanggal |
| USD/IDR | 18.160 | 4 November 2026 |
| JPY/IDR | 114,53 | 4 November 2026 |
| SGD/IDR | 14.157 | 4 November 2026 |
J Trust Bank - Bank Notes (BN) & Telegraphic Transfer (TT)
Mata Uang yang Dapat Dilayani
- Dollar AS (USD)
- Dollar Singapore (SGD)
- Yen Jepang (JPY)
- Euro (EUR)
- Dollar Australia (AUD)
- Pound Sterling Inggris (GBP)
- China Yuan (CNY)
- Dollar New Zealand (NZD)
- Dollar Hongkong (HKD)
- Won Korea (KRW)
Ketentuan Transaksi Valuta Asing terhadap Rupiah
- Transaksi valuta asing terhadap Rupiah dengan nominal paling banyak sebesar threshold, cukup melampirkan Surat Pernyataan untuk transaksi dengan nominal paling banyak sebesar threshold dan copy identitas.
- Transaksi valuta asing terhadap Rupiah dengan nominal di atas threshold wajib melampirkan Surat Pernyataan untuk transaksi dengan nominal di atas threshold dan copy dokumen underlying, NPWP serta identitas.
Hubungi Treasury Sales Bank JTrust Indonesia
Telepon: (021) 2926-1114 (hunting)
- Bintang: 0812 2650 949
- Naomi: 0877 0633 1585
- Hanif: 0811 8762 001
- Ade: 0821 6939 7410
Disclaimer
Meskipun informasi ini disusun oleh PT Bank JTrust Indonesia Tbk (J Trust Bank) dari sumber yang dapat diandalkan, J Trust Bank tidak memberikan pernyataan atau jaminan mengenai keakuratan atau kelengkapannya dan tidak bertanggung jawab atas kesalahan atau kelalaian apa pun. Oleh karena itu, informasi yang terkandung bukanlah jaminan kinerja di masa mendatang dan tidak boleh diandalkan secara berlebihan. Semua informasi yang diungkapkan di sini mungkin dapat berubah tanpa pemberitahuan. Tidak ada bagian dari informasi ini yang boleh direproduksi dengan cara apa pun tanpa izin tertulis dari J Trust Bank.