Market Update 2 Nov 2026

02 Nov 2026

Penutupan Pasar Keuangan - Jumat, 30 Oktober 2026

  • IHSG ditutup melemah 0,8% di level 5.057,05.
  • Rupiah ditutup menguat 0,03% di level 18.120/USD.

Pada perdagangan hari Jumat minggu lalu, IHSG ditutup melemah, namun nilai rupiah terhadap USD berhasil menguat tipis. Penguatan nilai rupiah terjadi seiring dengan melemahnya indeks dolar, yang sepertinya didorong oleh melandainya harga minyak dunia meskipun masih di atas USD 100 per barel.

Minggu ini, ada banyak data ekonomi yang akan dirilis, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Dari dalam negeri, hari ini, Senin 2 November 2026, telah dirilis data PMI Manufaktur periode Oktober 2026 dengan skor 54,0. Angka ini lebih tinggi dari periode sebelumnya 52,4 dan lebih tinggi dari perkiraan 51,9. Hal ini dapat diterjemahkan bahwa aktivitas manufaktur Indonesia berada dalam zona ekspansi, bahkan semakin baik dibandingkan bulan sebelumnya.

Masih hari ini, pelaku pasar akan menantikan data yang akan dirilis oleh BPS yaitu data Neraca Perdagangan periode September 2026 dan data inflasi dari sisi konsumen untuk periode Oktober 2026.

Menarik untuk diperhatikan apakah Neraca Perdagangan Indonesia akan mengalami peningkatan surplus atau sebaliknya, mengingat harga minyak yang semakin mahal. Untuk inflasi, inflasi umum diperkirakan naik secara tahunan, namun inflasi inti diperkirakan melandai secara tahunan.

Dilanjutkan pada hari Kamis, 5 November 2026, BPS akan mengumumkan data pertumbuhan ekonomi dalam negeri untuk periode Q3 dengan perkiraan turun menjadi 5% dibandingkan kuartal sebelumnya yang tumbuh 5,29%.

Pada hari Jumat, Bank Indonesia akan merilis data Cadangan Devisa periode Oktober. Data Cadangan Devisa tentu menarik perhatian pelaku pasar untuk melihat seberapa kuat Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas nilai rupiah.

Global

Pasar saham Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan Jumat minggu lalu. Indeks Nasdaq ditutup melemah 2,86%, indeks Dow Jones ditutup melemah 1,09% dan indeks S&P 500 ditutup melemah 1,82%.

Pelemahan pasar saham Amerika Serikat tersebut sepertinya lebih disebabkan oleh aksi take profit oleh investor sehingga aksi jual yang terjadi mendorong pasar saham untuk melemah.

Minggu ini juga ada banyak data ekonomi penting yang akan dirilis, terutama dari Amerika Serikat yang menjadi acuan ekonomi global.

Hari ini, Amerika Serikat akan merilis data PMI Manufaktur untuk periode Oktober. Kemudian pada hari Selasa akan ada rilis data tenaga kerja, yaitu JOLTs Job Openings untuk periode September yang mengukur jumlah lapangan kerja baru di Amerika Serikat.

Pada hari Rabu, akan dirilis data ADP Employment Change dan PMI Jasa yang mengukur aktivitas jasa di Amerika Serikat.

Pada hari Kamis akan dirilis data klaim pengangguran mingguan, dan selanjutnya pada hari Jumat akan ada rilis data Non-Farm Payroll dan Unemployment Rate untuk periode Oktober 2026.

Data-data yang akan dirilis tersebut akan menjadi perhatian pelaku pasar, mengingat data tersebut berpotensi memengaruhi arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat yang menjadi acuan ekonomi global.

Sources: CNBC Indonesia, Refinitiv, Trading Economics; Website Bank Indonesia.

Kurs NDF Pukul 09.02 WIB

18.169/18.178

Perkiraan Pergerakan USD/IDR Hari Ini

18.000 - 18.120

Indikator Moneter Bank Indonesia

Indikator Data Terakhir Tanggal
BI-Rate 5,75% 21 Oktober 2026
Inflasi IHK (YoY) 3,28% 30 September 2026
Cadangan Devisa USD 146,320 miliar 30 September 2026

Kurs Penutupan Valuta Asing - 30 Oktober 2026

Mata Uang Kurs Penutupan Tanggal
USD/IDR 18.120 30 Oktober 2026
JPY/IDR 115,00 30 Oktober 2026
SGD/IDR 14.180 30 Oktober 2026

Mata Uang yang Dapat Dilayani

CCY BN & TT JTrust Bank

  1. Dollar AS (USD)
  2. Dollar Singapore (SGD)
  3. Yen Jepang (JPY)
  4. Euro (EUR)
  5. Dollar Australia (AUD)
  6. Pound Sterling Inggris (GBP)
  7. China Yuan (CNY)
  8. Dollar New Zealand (NZD)
  9. Dollar Hongkong (HKD)
  10. Won Korea (KRW)

Ketentuan Transaksi Valuta Asing terhadap Rupiah

  • Transaksi valuta asing terhadap rupiah dengan nominal paling banyak sebesar (≤ threshold), cukup melampirkan Surat Pernyataan di bawah threshold dan copy identitas.
  • Transaksi valuta asing terhadap rupiah dengan nominal di atas (> threshold) wajib melampirkan Surat Pernyataan di atas threshold dan copy dokumen underlying, NPWP serta identitas.

Hubungi Treasury Sales Bank JTrust Indonesia

Telepon: (021) 2926-1114 (hunting)

  • Bintang: 0812 2650 949
  • Hanif: 0811 8762 001
  • Naomi: 0877 0633 1585
  • Ade: 0821 6939 7410

Disclaimer

Meskipun informasi ini disusun oleh PT Bank JTrust Indonesia Tbk (J Trust Bank) dari sumber yang dapat diandalkan, J Trust Bank tidak memberikan pernyataan atau jaminan mengenai keakuratan atau kelengkapannya dan tidak bertanggung jawab atas kesalahan atau kelalaian apa pun. Oleh karena itu, informasi yang terkandung bukanlah jaminan kinerja di masa mendatang dan tidak boleh diandalkan secara berlebihan. Semua informasi yang diungkapkan di sini mungkin dapat berubah tanpa pemberitahuan. Tidak ada bagian dari informasi ini yang boleh direproduksi dengan cara apa pun tanpa izin tertulis dari J Trust Bank.

By: aqi

News & Blogs Lainnya

Internet Banking dan Mobile Banking J Trust Bank hadir dalam tampilan baru dan layanan yang lebih lengkap. Silahkan akses menu E-Banking untuk mendapatkan mobile banking dan internet banking J Trust Bank terbaru Kepada Yth. Nasabah, Hati-hati penipuan melalui telepon/aplikasi Whatsapp/iklan di media sosial yang mengatasnamakan PT Bank JTrust Indonesia Tbk. atau J Trust Bank, serta menawarkan produk J Trust Bank yang selanjutnya dikenakan biaya berlangganan tiap bulan dan meminta kode one time password (OTP) atau personal identification number (PIN) nasabah. Awas, waspada link palsu! Jangan mengakses link/tautan dengan permintaan mengisi data-data pribadi nasabah, meminta kode OTP dan PIN.