Market Update 3 Nov 2026

03 Nov 2026

Penutupan Pasar Keuangan - Senin, 2 November 2026

  • IHSG ditutup menguat 0,79% di level 5.096,83, dibandingkan penutupan tanggal 30 Oktober 2026 di level 5.057,05.
  • Rupiah ditutup melemah 0,11% di level 18.145/USD, dibandingkan penutupan tanggal 30 Oktober 2026 di level 18.125/USD.

Pasar Domestik

Pasar keuangan Indonesia ditutup beragam pada perdagangan Senin kemarin, dengan IHSG menguat sementara rupiah melemah. Penguatan IHSG ditopang oleh saham sektor utilities dan basic materials, sementara rupiah masih tertekan oleh sikap hati-hati investor menjelang pemilu mid-term di AS. Dari domestik, inflasi yang melandai dan PMI manufaktur yang meningkat menjadi sentimen positif, namun ketidakpastian global serta agenda ekonomi AS masih menjadi perhatian pasar.

Indikator Ekonomi Indonesia

  • PMI Manufaktur: Meningkat menjadi 54,0 pada Oktober dari 52,4, tertinggi sejak Maret 2024. Ekspansi didorong oleh peningkatan pesanan baru, terutama permintaan ekspor, dan kenaikan produksi. Namun, kenaikan biaya bahan baku dan energi berpotensi meningkatkan tekanan harga.
  • Neraca Dagang: Mencatat surplus USD 3,36 miliar pada September 2026, namun turun dari USD 3,55 miliar sebelumnya. Ekspor tumbuh 11,87% YoY, sementara impor meningkat 18,41% YoY. Secara kumulatif, surplus Januari - September mencapai USD 10,61 miliar.
  • Inflasi: Melandai menjadi 3,23% YoY pada Oktober 2026 dari 3,28% sebelumnya. Inflasi inti turun menjadi 2,56%, sementara inflasi pangan meningkat akibat dampak El Niño.

Global

Wall Street ditutup beragam pada perdagangan Senin kemarin, dengan Nasdaq turun 1,07% ke 25.164,32 dan S&P 500 melemah 0,51% ke 7.541,40, sementara Dow Jones menguat 0,41% ke 51.983,98. Tekanan masih berasal dari aksi rotasi investor keluar dari saham teknologi dan AI di tengah kekhawatiran terhadap besarnya kebutuhan pendanaan serta belanja modal sektor tersebut. Sebaliknya, saham sektor industri dan defensif menopang penguatan Dow Jones.

Harga minyak melanjutkan pelemahan, dengan West Texas Intermediate (WTI) turun 5,87% ke USD 96,37 per barel dan Brent melemah 6,57% ke USD 104,26 per barel. Penurunan dipicu oleh optimisme terhadap negosiasi damai AS - Iran melalui mediasi Qatar. Meski kedua pihak menunjukkan sinyal positif untuk mencapai kesepakatan, risiko eskalasi militer masih membayangi menjelang pemilu mid-term di AS.

Indeks Dolar AS (DXY) melemah 0,17% ke 101,79, memperpanjang penurunan selama empat sesi berturut-turut. Pelemahan dipengaruhi oleh penurunan harga minyak dan meningkatnya harapan penyelesaian konflik AS - Iran. Investor juga mencermati pemilu mid-term di AS dan data tenaga kerja pekan ini. Sementara itu, pasar memperkirakan peluang sekitar 73% kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 bps pada Desember.

Indikator Ekonomi AS

  • ISM PMI Manufaktur: Meningkat menjadi 55,5 pada Oktober 2026 dari 54,5 sebelumnya, menunjukkan aktivitas manufaktur AS semakin ekspansif dan berpotensi mendukung USD.
  • JOLTS Job Openings: Akan dirilis malam ini, dengan proyeksi meningkat menjadi 7,13 juta pada September 2026 dari 7,07 juta sebelumnya. Kenaikan lowongan pekerjaan dapat mengindikasikan bahwa pasar tenaga kerja AS masih solid dan berpotensi menopang USD.

Indikator Ekonomi China

PMI Manufaktur China sedikit turun menjadi 52,0 pada Oktober 2026 dari 52,1 sebelumnya, tetapi masih berada dalam zona ekspansi selama 11 bulan berturut-turut. Aktivitas produksi dan pesanan baru tetap kuat, termasuk permintaan ekspor. Namun, persaingan yang ketat menekan harga jual dan optimisme pelaku usaha, sehingga prospek manufaktur masih menghadapi tantangan.

Perkiraan Pergerakan Rupiah terhadap USD Hari Ini

18.100 - 18.200

Indikator Ekonomi Indonesia

Indikator Data Terakhir
Pertumbuhan GDP - Q2 2026 5,29%
BI-Rate - Oktober 2026 5,75%
Inflasi - Oktober 2026 (YoY) 3,23%
Cadangan Devisa - September 2026 USD 146,3 miliar

Sources: CNBC Indonesia, Trading Economics, Bank Indonesia, Reuters.

Kurs Penutupan Valuta Asing - 2 November 2026

Mata Uang Kurs Penutupan Tanggal
USD/IDR 18.145 2 November 2026
JPY/IDR 115,02 2 November 2026
SGD/IDR 14.187 2 November 2026

J Trust Bank - Bank Notes (BN) & Telegraphic Transfer (TT)

Mata Uang yang Dapat Dilayani

  1. Dollar AS (USD)
  2. Dollar Singapore (SGD)
  3. Yen Jepang (JPY)
  4. Euro (EUR)
  5. Dollar Australia (AUD)
  6. Pound Sterling Inggris (GBP)
  7. China Yuan (CNY)
  8. Dollar New Zealand (NZD)
  9. Dollar Hongkong (HKD)
  10. Won Korea (KRW)

Ketentuan Transaksi Valuta Asing terhadap Rupiah

  • Transaksi valuta asing terhadap Rupiah dengan nominal di bawah (<) threshold, cukup melampirkan Surat Pernyataan di bawah threshold dan copy identitas.
  • Transaksi valuta asing terhadap Rupiah dengan nominal di atas (>) threshold wajib melampirkan Surat Pernyataan di atas threshold dan copy dokumen underlying, NPWP serta identitas.

Hubungi Treasury Sales Bank JTrust Indonesia

Telepon: (021) 2926-1114 (hunting)

  • Bintang: 0812 2650 949
  • Hanif: 0811 8762 001
  • Naomi: 0877 0633 1585
  • Ade: 0821 6939 7410

Disclaimer

Meskipun informasi ini disusun oleh PT Bank JTrust Indonesia Tbk (J Trust Bank) dari sumber yang dapat diandalkan, J Trust Bank tidak memberikan pernyataan atau jaminan mengenai keakuratan atau kelengkapannya dan tidak bertanggung jawab atas kesalahan atau kelalaian apa pun. Oleh karena itu, informasi yang terkandung bukanlah jaminan kinerja di masa mendatang dan tidak boleh diandalkan secara berlebihan. Semua informasi yang diungkapkan di sini mungkin dapat berubah tanpa pemberitahuan. Tidak ada bagian dari informasi ini yang boleh direproduksi dengan cara apa pun tanpa izin tertulis dari J Trust Bank.

By: aqi

News & Blogs Lainnya

Internet Banking dan Mobile Banking J Trust Bank hadir dalam tampilan baru dan layanan yang lebih lengkap. Silahkan akses menu E-Banking untuk mendapatkan mobile banking dan internet banking J Trust Bank terbaru Kepada Yth. Nasabah, Hati-hati penipuan melalui telepon/aplikasi Whatsapp/iklan di media sosial yang mengatasnamakan PT Bank JTrust Indonesia Tbk. atau J Trust Bank, serta menawarkan produk J Trust Bank yang selanjutnya dikenakan biaya berlangganan tiap bulan dan meminta kode one time password (OTP) atau personal identification number (PIN) nasabah. Awas, waspada link palsu! Jangan mengakses link/tautan dengan permintaan mengisi data-data pribadi nasabah, meminta kode OTP dan PIN.