Market Update 4 Nov 2026

04 Nov 2026

Penutupan Pasar Keuangan - Selasa, 3 November 2026

  • IHSG ditutup melemah 3,78% di level 4.904,29, dibandingkan dengan penutupan tanggal 2 November 2026 di level 5.096,83.
  • Rupiah ditutup menguat 0,03% di level 18.140/USD, dibandingkan dengan penutupan tanggal 2 November 2026 di level 18.145/USD.

Pasar keuangan Indonesia ditutup bervariasi pada perdagangan Selasa kemarin; IHSG anjlok signifikan, sementara mata uang rupiah menguat tipis. Tekanan pada pasar saham dipicu oleh aksi jual di seluruh sektor dan ketidakpastian global, sedangkan pergerakan rupiah masih dibayangi risiko arus modal keluar (capital outflow) serta ekspektasi kenaikan BI-Rate. Di tengah tekanan tersebut, penurunan harga minyak dunia dan peningkatan aktivitas manufaktur domestik menjadi sentimen positif.

Global

Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan Selasa kemarin. Indeks Nasdaq menguat 0,83% ke level 25.372,01 dan S&P 500 naik 0,36% ke level 7.568,92, sementara Dow Jones melemah 0,38% ke level 51.786,72. Penguatan Nasdaq didorong aksi beli kembali pada saham teknologi dan semikonduktor, setelah mengalami tekanan dalam beberapa sesi terakhir. Sebaliknya, Dow Jones tertekan penurunan saham Apple akibat proyeksi margin yang mengecewakan. Investor juga mencermati hasil pemilu mid-term di AS yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan dan volatilitas pasar, sementara meredanya kekhawatiran konflik AS - Iran turut menekan harga minyak.

Harga minyak WTI (West Texas Intermediate) turun tipis ke USD 96,35 per barel, sedangkan Brent turun 0,35% ke USD 103,89 per barel di tengah ketidakpastian negosiasi damai AS - Iran. Kedua negara masih mempertimbangkan proposal mediator, tetapi perbedaan pandangan dan serangan terbatas AS terhadap Iran menunjukkan risiko geopolitik belum sepenuhnya mereda. Meski demikian, optimisme terhadap peluang kesepakatan diplomatik serta pemulihan ekspor minyak Timur Tengah masih menekan harga minyak, dengan WTI telah turun lebih dari 7% sepanjang pekan ini.

DXY melemah tipis 0,04% ke level 101,74 seiring sikap investor yang cenderung berhati-hati menjelang pemilu mid-term AS dan rilis data tenaga kerja pekan ini. Pelemahan juga dipengaruhi berkurangnya permintaan USD sebagai aset safe haven di tengah harapan kemajuan negosiasi damai AS - Iran. Sementara itu, pasar memperkirakan peluang sebesar 78,4% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga 25 bps pada Desember setelah mempertahankan suku bunga pada Oktober.

Pemilu mid-term AS pada 3 November 2026 berpotensi mengubah peta kekuasaan Kongres, dengan Partai Demokrat diperkirakan unggul dalam perebutan DPR, sementara persaingan Senat masih ketat. Jika Demokrat berhasil merebut mayoritas di salah satu atau kedua kamar Kongres, ruang gerak Trump dalam menjalankan agenda kebijakan, termasuk anggaran dan perdagangan, berpotensi semakin terbatas. Hasil pemilu juga perlu dicermati karena ketidakpastian politik AS dapat memicu volatilitas pasar keuangan global dan pergerakan dolar AS.

AS telah merilis data JOLTS Job Openings September yang meningkat menjadi 7,52 juta dari sebelumnya 7,19 juta. Kenaikan jumlah lowongan pekerjaan menunjukkan permintaan tenaga kerja AS masih kuat, sehingga berpotensi memperkuat USD dan menekan Rupiah.

Malam ini AS akan merilis sejumlah data ekonomi, yaitu ADP Employment Change Oktober yang diproyeksikan turun tajam menjadi 69 ribu dari 90 ribu, Neraca Dagang September yang diperkirakan mencatat defisit melebar menjadi -USD 108 miliar dari -USD 105,6 miliar, serta ISM PMI Jasa Oktober yang diproyeksikan turun tipis menjadi 54,8 dari 54,9. Pelemahan data tenaga kerja dan sektor jasa berpotensi menekan USD, sementara pelebaran defisit perdagangan dapat menambah tekanan terhadap USD, sehingga berpotensi mendukung Rupiah.

Perkiraan Pergerakan Rupiah terhadap USD Hari Ini

18.100 - 18.200

Indikator Ekonomi Indonesia

Indikator Data Terakhir Tanggal
BI-Rate 5,75% 21 Oktober 2026
Inflasi (YoY) 3,28% September 2026
Cadangan Devisa USD 146,3 miliar 30 September 2026

Sources: CNBC Indonesia, Trading Economics, Bank Indonesia, Reuters.

Kurs Penutupan Valuta Asing - 3 November 2026

Mata Uang Kurs Penutupan Tanggal
USD/IDR 18.140 3 November 2026
JPY/IDR 114,91 3 November 2026
SGD/IDR 14.170,77 3 November 2026

J Trust Bank - Bank Notes (BN) & Telegraphic Transfer (TT)

Mata Uang yang Dapat Dilayani

  1. Dollar AS (USD)
  2. Dollar Singapore (SGD)
  3. Yen Jepang (JPY)
  4. Euro (EUR)
  5. Dollar Australia (AUD)
  6. Pound Sterling Inggris (GBP)
  7. China Yuan (CNY)
  8. Dollar New Zealand (NZD)
  9. Dollar Hongkong (HKD)
  10. Won Korea (KRW)

Ketentuan Transaksi Valuta Asing terhadap Rupiah

  • Transaksi valuta asing terhadap Rupiah dengan nominal di bawah (<) threshold, cukup melampirkan Surat Pernyataan di bawah threshold dan copy identitas.
  • Transaksi valuta asing terhadap Rupiah dengan nominal di atas (>) threshold wajib melampirkan Surat Pernyataan di atas threshold dan copy dokumen underlying, NPWP serta identitas.

Hubungi Treasury Sales Bank JTrust Indonesia

Telepon: (021) 2926-1114 (hunting)

  • Bintang: 0812 2650 949
  • Hanif: 0811 8762 001
  • Naomi: 0877 0633 1585
  • Ade: 0821 6939 7410

Disclaimer

Meskipun informasi ini disusun oleh PT Bank JTrust Indonesia Tbk (J Trust Bank) dari sumber yang dapat diandalkan, J Trust Bank tidak memberikan pernyataan atau jaminan mengenai keakuratan atau kelengkapannya dan tidak bertanggung jawab atas kesalahan atau kelalaian apa pun. Oleh karena itu, informasi yang terkandung bukanlah jaminan kinerja di masa mendatang dan tidak boleh diandalkan secara berlebihan. Semua informasi yang diungkapkan di sini mungkin dapat berubah tanpa pemberitahuan. Tidak ada bagian dari informasi ini yang boleh direproduksi dengan cara apa pun tanpa izin tertulis dari J Trust Bank.

By: aqi

News & Blogs Lainnya

Internet Banking dan Mobile Banking J Trust Bank hadir dalam tampilan baru dan layanan yang lebih lengkap. Silahkan akses menu E-Banking untuk mendapatkan mobile banking dan internet banking J Trust Bank terbaru Kepada Yth. Nasabah, Hati-hati penipuan melalui telepon/aplikasi Whatsapp/iklan di media sosial yang mengatasnamakan PT Bank JTrust Indonesia Tbk. atau J Trust Bank, serta menawarkan produk J Trust Bank yang selanjutnya dikenakan biaya berlangganan tiap bulan dan meminta kode one time password (OTP) atau personal identification number (PIN) nasabah. Awas, waspada link palsu! Jangan mengakses link/tautan dengan permintaan mengisi data-data pribadi nasabah, meminta kode OTP dan PIN.