Pada penutupan perdagangan Pasar Keuangan: Jumat, 4 September 2026
- IHSG ditutup melemah -0,12% di level 6.678,20
- Rupiah ditutup menguat +0,71% di level 17.500/USD
Pada perdagangan Rabu kemarin, IHSG ditutup melemah sedangkan nilai Rupiah menguat terhadap USD. Penguatan nilai USD diperkirakan karena adanya net foreign inflow di pasar saham ditambah data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia periode Agustus 2026 naik menjadi 118,5 dari periode sebelumnya 116,8. Data tersebut menunjukkan bahwa keyakinan terhadap konsumsi dalam negeri meningkat. Data neraca dagang China yang membaik juga menjadi sentimen positif bagi Indonesia mengingat China adalah mitra dagang besar bagi Indonesia.
Berikutnya dari dalam negeri, hari ini Bank Indonesia akan merilis data penjualan eceran periode Juli 2026. Sebagai informasi, data penjualan eceran periode sebelumnya yaitu Mei 2026 terkontraksi -3%, angka ini masih lebih baik dibandingkan periode bulan sebelumnya yang terkontraksi -3,9%. Diproyeksikan penjualan eceran periode Juli 2026 akan sama terkontraksi -3%. Realisasi data yang lebih baik dari perkiraan memperkuat sinyal pemulihan konsumsi setelah Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) meningkat.
Global
Dari Amerika Serikat, diinformasikan bahwa pasar saham kompak ditutup melemah pada perdagangan Rabu kemarin. Indeks DJIA ditutup melemah -0,77%, S&P 500 melemah -0.48% dan Nasdaq Composite melemah 0,64%. Penurunan pasar saham Amerika Serikat terjadi setelah imbal hasil Treasury melonjak. Lonjakan imbal hasil tersebut terjadi setelah Departemen Keuangan Amerika Serikat mengumumkan akan melipatgandakan operasi pembelian kembali surat utang jangka panjang menjadi USD 6 miliar.
Harga minyak dunia kembali naik, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) melonjak 4.4% menjadi $97.11/barel dan Brent naik 4.19% menjadi $102.02/barel. Kenaikan harga minyak ini terjadi karena meningkatnya ketegangan AS-Iran dan serangan Houthi terhadap infrastruktur energi Saudi menimbulkan kekhawatiran atas gangguan pasokan Timur Tengah yang lebih luas. Bila eskalasi perang terus meningkat akan berpotensi mengganggu pasokan harga minyak yang menjadikan harga akan terus melambung naik.
Indeks dollar DXY dilaporkan turun 0.04% menjadi 98.74, hal ini memperpanjang penurunan ketiga berturut-turut ke level terendah empat bulan. Penurunan USD mungkin tetap terbatas karena pasar memperkirakan 60.2% kemungkinan The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 bps, sementara harga minyak yang lebih tinggi menambah risiko inflasi.
Amerika Serikat malam ini akan merilis data klaim pengangguran mingguan yang diperkirakan turun tipis menjadi 205K dari sebelumnya 206K, sementara itu, Producer Price Index (PPI)Agustus diproyeksikan naik menjadi 0.4% MoM dari sebelumnya 0%.
Inflasi China pada bulan Agustus dilaporkan naik menjadi 0.8% YoY dari sebelumnya 0.5%, dengan inflasi inti mencapai 1%, menunjukkan beberapa pemulihan dalam tekanan harga meskipun terus melemah dalam sektor makanan dan property.
Beralih ke Eropa, ECB diperkirakan kembali menaikkan suku bunga dari 2.4% menjadi 2.65%, sejalan dengan kekhawatiran inflasi yang masih tinggi dan risiko geopolitik.
Sources: CNBC Indonesia, Refinitiv, Trading Economics; Web Site Bank Indonesia
Kurs NDF pukul 09:15 WIB
17.552/17.561
USD/IDR perkiraan hari ini
17.500– 17.600
Indikator Moneter Bank Indonesia
| BI-Rate | 5,75% (19/08/2026) |
| Inflasi IHK (yoy) | 3,19% (31/08/2026) |
| Cadangan Devisa | USD 146,508 Miliar (31/08/2026) |
| Closed USD/IDR | 17.500 (9/9/2026) |
| Closed JPY/IDR | 114,28 (9/9/2026) |
| Closed SGD/IDR | 13.845 (9/9/2026) |
CCY BN & TT JTrust Bank
Mata uang yang dapat dilayani:
- Dollar AS (USD)
- Dollar Singapore (SGD)
- Yen Jepang (JPY)
- Euro (EUR)
- Dollar Australia (AUD)
- Pound Sterling Inggris (GBP)
- China Yuan (CNY)
- Dollar New Zealand (NZD)
- Dollar Hongkong (HKD)
- Won Korea (KRW)
Ketentuan transaksi valuta asing terhadap rupiah:
- Transaksi valuta asing terhadap Rupiah dengan nominal < threshold, cukup melampirkan Surat Pernyataan di bawah threshold dan copy identitas.
- Transaksi valuta asing terhadap Rupiah dengan nominal > threshold wajib melampirkan Surat Pernyataan di atas threshold dan copy dokumen underlying, NPWP serta identitas.
Hubungi Treasury Sales Bank JTrust Indonesia:
(021) 2926-1114 (hunting)
- Bintang 0812 2650 949
- Hanif 0811 8762 001
- Naomi 0877 0633 1585
- Ade 0821 6939 7410
Disclaimer:
Meskipun informasi ini disusun oleh PT Bank JTrust Indonesia Tbk (JTrust Bank) dari sumber yang dapat diandalkan, JTrust Bank tidak memberikan pernyataan atau jaminan mengenai keakuratan atau kelengkapannya dan tidak bertanggung jawab atas kesalahan atau kelalaian apa pun. Oleh karena itu, informasi yang terkandung bukanlah jaminan kinerja di masa mendatang dan tidak boleh diandalkan secara berlebihan. Semua informasi yang diungkapkan di sini mungkin dapat berubah tanpa pemberitahuan. Tidak ada bagian dari informasi ini yang boleh direproduksi dengan cara apa pun tanpa izin tertulis dari JTrust Bank.