Market Update 09 Sep 2026

2026年9月9日

Penutupan Selasa, 08 September 2026

IHSG ditutup menguat pada level 6.686 dibandingkan penutupan pada hari sebelumnya pada level 6,620.

Rupiah ditutup menguat pada level 17,625/USD dibandingkan penutupan pada hari sebelumnya level 17,635.

  • IHSG menguat 1% ke level 6687, penguatan IHSG ditopang oleh kenaikan saham-saham berkapitalisasi besar, terutama perbankan, serta penguatan hampir seluruh sektor saham.
  • Kepemilikan asing pada surat berharga pemerintah Indonesia per 07 September 2026 berada di level 13.05% dan mencatat capital inflow sebesar IDR 4.36 T. Selama September terjadi net capital inflow sebesar IDR 9.92 T dan selama Ytd terjadi net capital inflow sebesar IDR 39.06 T.
  • Pemerintah Indonesia telah menerbitkan beragam surat utang global. Hingga awal September 2026, setidaknya surat utang global berupa surat berharga negara (SBN) itu telah diterbitkan dalam enam bentuk instrument dan secara total, nilai SBN global yang telah terbit itu nilainya setara dengan Rp 258,54 triliun. Terdiri dari Green Sukuk Global, SDG Bond Global, Samurai Blue Bond di Jepang, Kangaroo Bond di Australia, Dim Sum Bond di Hong Kong, dan Panda Bond di China.
  • Pemerintah dan DPR RI menyepakati postur Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027, dengan defisit anggaran ditetapkan sebesar Rp 671,2 triliun atau 2,40% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Kesepakatan tersebut mencakup target pendapatan negara sebesar Rp 3.426 triliun dan belanja negara sebesar Rp 4.097,2 triliun. Dengan demikian, terdapat selisih antara pendapatan dan belanja negara yang menjadi defisit dan akan ditutup melalui pembiayaan anggaran.
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) saat ini memiliki Dana Siap Pakai (DSP) senilai Rp950 miliar. Saat dikonfirmasi mengenai anggaran tambahan bencana dalam taklimat media di Jakarta, Selasa, Purbaya mengaku belum menyalurkan dana tambahan lantaran BNPB belum mengajukan permohonan.

Global

  • Presiden Donald Trump meningkatkan tekanan terhadap Federal Reserve untuk menurunkan suku bunga, serta mengancam akan menghentikan perdagangan dengan negara-negara tertentu yang memiliki surplus perdagangan terhadap AS. Trump menyatakan bahwa suku bunga tinggi menempatkan AS pada posisi yang sangat tidak menguntungkan. Trump membela ancamannya untuk menghentikan perdagangan dengan negara-negara tertentu, seperti Swiss, Meksiko, dan Uni Eropa.
  • Kandidat presiden Prancis, Jean-Luc Mélenchon, mengkritik keras Bank Sentral Eropa (ECB) karena menaikkan suku bunga, seraya menyoroti risiko dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi.
  • Kanada akan memberlakukan tarif sebesar 15% hingga 50% terhadap ratusan produk asal AS, termasuk produk baja, sepeda motor, kosmetik, keju, dan lain-lain. Kebijakan ini akan sangat berdampak pada eksportir AS, khususnya di negara bagian seperti Michigan dan Ohio yang memiliki hubungan dagang erat dengan Kanada. Tarif balasan ini bertujuan agar dampak biaya perang dagang terasa nyata bagi dunia usaha dan konsumen Amerika, sehingga Washington melihat adanya insentif yang jelas untuk kembali ke meja perundingan.
  • Bank of England diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tetap, namun kepala ekonomnya, Huw Pill, berpendapat bahwa bank sentral sebaiknya menaikkan suku bunga lebih cepat daripada menundanya. Bank of England perlu menaikkan suku bunga untuk memulihkan kredibilitasnya dan bersiap menghadapi potensi krisis keuangan besar, terlepas dari kondisi ekonomi Inggris yang sedang lemah.

Berdasarkan informasi di atas, hari ini nilai Rupiah diperkirakan bergerak pada level 17,550 sampai dengan 17,650 seiring dengan perkembangan geopolitik Global.

Sumber data: CNBC Indonesia, Refinitiv, Trading Economics; Web Site Bank Indonesia

Kurs NDF pkl 08:30 WIB: 17.630 – 17.640

Indikator Moneter Bank Indonesia

BI 7-Day RR 5,75% (18/06/2026)
Inflasi IHK (yoy) 3,08% (31/05/2026)
Cadangan Devisa USD 145,3 Miliar (31/07/2026)
Closed JPY/IDR 114,24 (08/09/2026)
Closed SGD/IDR 13.916 (08/09/2026)

Mata uang yang dapat dilayani

CCY BN & TT JTrust Bank:

  1. Dollar AS (USD)
  2. Dollar Singapore (SGD)
  3. Yen Jepang (JPY)
  4. Euro (EUR)
  5. Dollar Australia (AUD)
  6. Pound Sterling Inggris (GBP)
  7. China Yuan (CNY)
  8. Dollar New Zealand (NZD)
  9. Dollar Hongkong (HKD)
  10. Won Korea (KRW)

Ketentuan transaksi valuta asing terhadap Rupiah

  • Transaksi valuta asing terhadap Rupiah dengan nominal paling banyak sebesar threshold, cukup melampirkan Surat Pernyataan untuk transaksi dengan nominal paling banyak sebesar threshold dan copy identitas.
  • Transaksi valuta asing terhadap Rupiah dengan nominal di atas threshold wajib melampirkan Surat Pernyataan untuk transaksi dengan nominal di atas threshold dan copy dokumen underlying, NPWP serta identitas.

Hubungi Treasury Sales Bank JTrust Indonesia

(021) 2926-1114 (hunting)

  • Bintang: 0812 2650 949
  • Naomi: 0877 0633 1585
  • Hanif: 0811 8762 001
  • Ade: 0821 6939 7410

Disclaimer:

Meskipun informasi ini disusun oleh PT Bank JTrust Indonesia Tbk (JTrust Bank) dari sumber yang dapat diandalkan, JTrust Bank tidak memberikan pernyataan atau jaminan mengenai keakuratan atau kelengkapannya dan tidak bertanggung jawab atas kesalahan atau kelalaian apa pun. Oleh karena itu, informasi yang terkandung bukanlah jaminan kinerja di masa mendatang dan tidak boleh diandalkan secara berlebihan. Semua informasi yang diungkapkan di sini mungkin dapat berubah tanpa pemberitahuan. Tidak ada bagian dari informasi ini yang boleh direproduksi dengan cara apa pun tanpa izin tertulis dari J Trust Bank

By: aqi

その他のニュース・ブログ

J Trust Bank's Internet Banking and Mobile Banking is here with a new look and more complete services. Please access the E-Banking menu to get the latest J Trust Bank mobile banking and internet banking Dear customers of PT Bank JTrust Indonesia Tbk.  Be careful of fraud via telephone/Whatsapp application/advertising on social media on behalf of PT Bank JTrust Indonesia Tbk. or J Trust Bank, as well as offering J Trust Bank products, which in turn are subject to a monthly subscription fee and request a one time password (OTP) code or customer personal identification number (PIN). Beware, beware of fake links! Do not access links/links with requests to fill in customer's personal data, ask for OTP and PIN codes.