Pada perdagangan sebelumnya (23 September 2026):
- IHSG ditutup menguat +1.56% di level 6.374,91 dibandingkan penutupan tanggal 22 September 2026 di level 6.277,04.
- Rupiah ditutup menguat +0.31% di level 17.800/USD dibandingkan penutupan tanggal 22 September 2026 di level 17.855/USD.
Pasar keuangan Indonesia ditutup positif pada perdagangan Rabu kemarin, dengan IHSG dan rupiah sama-sama menguat. Penguatan didukung oleh keputusan BI mempertahankan BI-Rate di 5.75% serta komitmen menjaga stabilitas rupiah, meski penguatan USD, harga minyak, dan ketidakpastian global masih menjadi risiko.
Bank Indonesia mempertahankan suku bunga di 5.75% untuk pertemuan ketiga berturut-turut, didukung oleh stabilitas rupiah dan inflasi yang masih berada dalam target. Keputusan ini menunjukkan BI tetap memprioritaskan stabilitas rupiah, sambil menjaga ruang untuk mendukung pertumbuhan ekonomi 2026.
Global
Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Rabu kemarin, dengan S&P 500 turun 0.75% ke 7.706,03, Dow Jones turun 0.68% ke 51.511,59, dan Nasdaq turun 1.13% ke 26.936,04. Yield UST (US Treasury) yang lebih tinggi, aktivitas ekonomi AS yang lebih kuat dan kenaikan harga minyak memperkuat kekhawatiran inflasi dan membebani pasar saham.
Yield UST (US Treasury) 10 tahun melonjak menjadi 5.135%, level tertinggi sejak 2007, karena aktivitas bisnis yang lebih kuat dan biaya energi yang lebih tinggi memperkuat kekhawatiran inflasi. Meningkatnya imbal hasil AS dapat meningkatkan tekanan pada SBN (Surat Berharga Negara) Indonesia, biaya pendanaan pemerintah, rupiah, dan arus portofolio.
DXY naik 0.55% menjadi 101.15, level tertinggi dalam delapan minggu, didukung oleh aktivitas ekonomi AS yang tangguh dan ekspektasi pengetatan The Fed lebih lanjut. Pasar kini memperkirakan probabilitas kenaikan 25 bps mencapai 69.7% pada bulan Oktober, sementara kenaikan harga minyak dapat semakin memperkuat kekhawatiran inflasi dan mendukung USD.
Harga minyak menguat, dengan WTI (West Texas Intermediate) naik 1.79% ke $92.14/barel dan Brent naik 3.6% ke $102.82/barel, karena ketidakpastian atas negosiasi AS-Iran dan akses ke Selat Hormuz menimbulkan kekhawatiran pasokan. Ketegangan yang terus berlanjut dapat membuat harga minyak tetap tinggi dan menambah tekanan inflasi global, sementara pemulihan pipa Timur-Barat Arab Saudi dan kemajuan menuju gencatan senjata energi antara Rusia dan Ukraina dapat membantu meringankan risiko pasokan.
Pertemuan Trump-Xi yang akan datang tetap menjadi fokus utama, dengan diskusi yang diharapkan mencakup perdagangan, tarif, teknologi, Taiwan, mineral tanah jarang, dan AI. Dengan gencatan senjata perdagangan saat ini yang akan berakhir pada bulan November, hasilnya dapat memengaruhi ketidakpastian perdagangan global, rantai pasokan, sentimen risiko, dan permintaan komoditas.
Kalender Ekonomi
Klaim pengangguran mingguan AS: Ekspektasi naik ke 201K vs 196K sebelumnya. Rilis data yang lebih tinggi dari perkiraan dapat mengindikasikan perlambatan di pasar tenaga kerja dan berpotensi membebani USD.
Perkiraan pergerakan rupiah terhadap USD hari ini:
17.800 - 17.900
Indikator Ekonomi Indonesia:
| Pertumbuhan GDP Q2 2026 | 5.29% |
| BI-Rate (Sep 26) | 5.75% |
| Inflasi Aug 2026 (YoY) | 3.19% |
| Cadangan Devisa (Aug 2026) | $146.5 Miliar |
Sources: CNBC Indonesia, Trading Economics, Bank Indonesia, Reuters
| Closed USD/IDR | 17,800 | (23/09/2026) |
| Closed JPY/IDR | 112.83 | (23/09/2026) |
| Closed SGD/IDR | 13,930 | (23/09/2026) |
Mata uang yang dapat dilayani:
CCY BN & TT JTrust Bank:
Mata Uang
| 1 | Dollar AS (USD) |
| 2 | Dollar Singapore (SGD) |
| 3 | Yen Jepang (JPY) |
| 4 | Euro (EUR) |
| 5 | Dollar Australia (AUD) |
| 6 | Pound Sterling Inggris (GBP) |
| 7 | China Yuan (CNY) |
| 8 | Dollar New Zealand (NZD) |
| 9 | Dollar Hongkong (HKD) |
| 10 | Won Korea (KRW) |
Ketentuan transaksi valuta asing terhadap rupiah:
- Transaksi valuta asing terhadap Rupiah dengan nominal < threshold, cukup melampirkan Surat Pernyataan di bawah threshold dan copy identitas.
- Transaksi valuta asing terhadap Rupiah dengan nominal > threshold wajib melampirkan Surat Pernyataan di atas threshold dan copy dokumen underlying, NPWP serta identitas.
Hubungi Treasury Sales Bank JTrust Indonesia:
(021) 2926-1114 (hunting)
- Bintang 0812 2650 949
- Hanif 0811 8762 001
- Naomi 0877 0633 1585
- Ade 0821 6939 7410
Disclaimer:
Meskipun informasi ini disusun oleh PT Bank JTrust Indonesia Tbk (J Trust Bank) dari sumber yang dapat diandalkan, J Trust Bank tidak memberikan pernyataan atau jaminan mengenai keakuratan atau kelengkapannya dan tidak bertanggung jawab atas kesalahan atau kelalaian apa pun. Oleh karena itu, informasi yang terkandung bukanlah jaminan kinerja di masa mendatang dan tidak boleh diandalkan secara berlebihan. Semua informasi yang diungkapkan di sini mungkin dapat berubah tanpa pemberitahuan. Tidak ada bagian dari informasi ini yang boleh direproduksi dengan cara apa pun tanpa izin tertulis dari J Trust Bank.