Penutupan Pasar Keuangan - Rabu, 21 Oktober 2026
- IHSG ditutup menguat pada level 5.328 dibandingkan penutupan pada hari sebelumnya di level 5.278.
- Rupiah ditutup melemah pada level 18.005/USD dibandingkan penutupan pada hari sebelumnya di level 17.985/USD.
Domestik
Bank Indonesia (BI) kembali menahan suku bunga acuan (BI Rate) di level 5,75% berdasarkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 21 Oktober 2026. Hal ini merupakan ketiga kalinya secara berturut-turut BI mempertahankan suku bunga acuan. Kebijakan ini bertujuan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah terhadap tekanan eksternal yang kuat, mengendalikan inflasi sesuai sasaran, serta menjaga momentum pertumbuhan ekonomi domestik.
Tekanan terhadap IHSG dan rupiah terhadap dolar AS salah satunya disebabkan oleh sikap hati-hati investor terhadap hasil penilaian MSCI mengenai potensi perubahan klasifikasi pasar ekuitas Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market, dengan keputusan final paling lambat akhir Juni 2027. Sentimen investor yang cenderung menghindari risiko memicu aksi jual asing pada saham dan instrumen portofolio Indonesia. Selain itu, defisit neraca perdagangan migas turut menambah tekanan terhadap IHSG dan rupiah.
Tingginya harga minyak dan perang di Timur Tengah melemahkan fundamental ekonomi Indonesia, terutama pada neraca perdagangan dan kondisi fiskal. Sementara itu, isu MSCI memengaruhi kepercayaan investor dan meningkatkan risiko arus modal keluar dari pasar Indonesia. Sikap hawkish The Fed juga menambah tekanan global yang dapat memengaruhi pasar keuangan Indonesia.
Global
Iran menegaskan bahwa Amerika Serikat harus mencabut blokade maritim dan menunjukkan komitmen nyata terhadap penyelesaian konflik melalui jalur diplomatik. Pernyataan tersebut mencerminkan tuntutan Teheran agar Washington mengambil langkah konkret untuk meredakan ketegangan dan membuka peluang tercapainya kesepakatan damai guna mengakhiri perang secara diplomatis.
Deputi Gubernur Reserve Bank of Australia (RBA), Andrew Hauser, menyatakan bahwa prospek inflasi Australia kini dinilai "jauh lebih buruk" dibandingkan perkiraan sebelumnya. Pernyataan tersebut semakin memperkuat ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga acuan untuk kelima kalinya sepanjang tahun ini, yang diperkirakan akan diputuskan pada November 2026.
Rusia menyatakan bahwa Gazprom dan China National Petroleum Corporation (CNPC) berpotensi mencapai kesepakatan komersial pada akhir tahun 2026 terkait pasokan gas melalui jalur Power of Siberia. Kesepakatan tersebut dipandang strategis karena berpotensi mengubah pola distribusi dan arus perdagangan energi global, sekaligus memperkuat kerja sama energi antara Rusia dan Tiongkok.
Perkiraan Pergerakan Rupiah terhadap USD Hari Ini
Berdasarkan informasi tersebut di atas, nilai rupiah hari ini diperkirakan bergerak pada level 17.970 - 18.070, seiring dengan perkembangan geopolitik global.
Kurs NDF pukul 08.30 WIB: 18.065 - 18.075
Indikator Ekonomi Indonesia
| Indikator | Data Terakhir |
| Pertumbuhan GDP Q2 2026 | 5,29% |
| BI-Rate (September 2026) | 5,75% |
| Inflasi September 2026 (YoY) | 3,28% |
| Cadangan Devisa (September 2026) | USD 146,3 Miliar |
Sources: CNBC Indonesia, Trading Economics, Bank Indonesia, Reuters.
Kurs Penutupan Valuta Asing
| Mata Uang | Kurs Penutupan | Tanggal |
| USD/IDR | 18.005 | 21 Oktober 2026 |
| JPY/IDR | 113,95 | 21 Oktober 2026 |
| SGD/IDR | 14.090 | 21 Oktober 2026 |
CCY BN & TT JTrust Bank
Mata Uang yang Dapat Dilayani
- Dollar AS (USD)
- Dollar Singapore (SGD)
- Yen Jepang (JPY)
- Euro (EUR)
- Dollar Australia (AUD)
- Pound Sterling Inggris (GBP)
- China Yuan (CNY)
- Dollar New Zealand (NZD)
- Dollar Hongkong (HKD)
- Won Korea (KRW)
Ketentuan Transaksi Valuta Asing terhadap Rupiah
- Transaksi valuta asing terhadap Rupiah dengan nominal paling banyak sebesar threshold, cukup melampirkan Surat Pernyataan untuk transaksi dengan nominal paling banyak sebesar threshold dan copy identitas.
- Transaksi valuta asing terhadap Rupiah dengan nominal di atas threshold wajib melampirkan Surat Pernyataan untuk transaksi dengan nominal di atas threshold dan copy dokumen underlying, NPWP serta identitas.
Hubungi Treasury Sales Bank JTrust Indonesia
Telepon: (021) 2926-1114 (hunting)
- Bintang: 0812 2650 949
- Naomi: 0877 0633 1585
- Hanif: 0811 8762 001
- Ade: 0821 6939 7410
Disclaimer
Meskipun informasi ini disusun oleh PT Bank JTrust Indonesia Tbk (J Trust Bank) dari sumber yang dapat diandalkan, J Trust Bank tidak memberikan pernyataan atau jaminan mengenai keakuratan atau kelengkapannya dan tidak bertanggung jawab atas kesalahan atau kelalaian apa pun. Oleh karena itu, informasi yang terkandung bukanlah jaminan kinerja di masa mendatang dan tidak boleh diandalkan secara berlebihan. Semua informasi yang diungkapkan di sini mungkin dapat berubah tanpa pemberitahuan. Tidak ada bagian dari informasi ini yang boleh direproduksi dengan cara apa pun tanpa izin tertulis dari J Trust Bank.